Kamis, 21 Mei 2026

Sumur Kalrez

Gas Muncul dari Sumur PT. Kalrez di SBT, Warga Panik dan Mengungsi

Gas tersebut diketahui berasal dari sumur milik PT Kalrez Petroleum Limited, yang menurut warga sudah beberapa bulan terakhir tak beroperasi. 

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
PT. KARLEZ - Luapan minyak milik PT. Karlez Petroleum Limited di Kampung Densel, Desa Fatolu Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Selasa (20/1/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Warga Kampung Densel, Desa Fatolu, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), sempat dilanda kepanikan setelah gas tiba-tiba muncul dari sumur yang berada di belakang permukiman warga, Senin (19/1/2026).
  • Gas tersebut diketahui berasal dari sumur milik PT Kalrez Petroleum Limited, yang menurut warga sudah beberapa bulan terakhir tak beroperasi. 
  • Gas yang muncul dari sumur itu pertama kali terpantau sejak siang hari, namun dampaknya semakin terasa pada malam hari.

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Warga Kampung Densel, Desa Fatolu, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), sempat dilanda kepanikan setelah gas tiba-tiba muncul dari sumur yang berada di belakang permukiman warga, Senin (19/1/2026).

Gas tersebut diketahui berasal dari sumur milik PT Kalrez Petroleum Limited, yang menurut warga sudah beberapa bulan terakhir tak beroperasi. 

PT Kalrez Petroleum (Seram) adalah perusahaan Kontrak Berbagi Produksi (KKS/PSC) di sektor minyak dan gas bumi (migas) yang beroperasi di Blok Bula, Seram Bagian Timur, Maluku.

Perusahaan ini terlibat dalam eksploitasi minyak mentah dengan ekspor perdananya terjadi pada 2021. 

Gas yang muncul dari sumur itu pertama kali terpantau sejak siang hari, namun dampaknya semakin terasa pada malam hari.

“Ini sekitar kemarin siang sebenarnya sudah ada, tapi dampaknya besar itu malam hari. Di sekitar sini bahkan dalam kampung sudah penuh asap dan bau menyengat,” ungkap Bhabinkamtibmas Desa Fatolu, IPDA Abdul Sukur Agoha, kepada TribunAmbon.com.

Baca juga: Jadwal Kapal Maluku: Malam ini Ada Dua Kapal ke Pulau Buru 

Baca juga: DPRD SBT Warning PT Karlez, Wajib Bayar Tunggakan Gaji dan Dilarang PHK

Ia menjelaskan, kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menjadi gelap disertai bau yang membuat warga panik. 

Sebagian masyarakat memilih mengungsi karena khawatir akan keselamatan mereka.

“Warga panik, ada juga yang mengungsi karena takut. Kejadian paling terasa itu sekitar jam 20.30 WIT tadi malam,” jelasnya.

Atas kejadian itu, aparat kepolisian langsung melakukan pengamanan di lokasi. 

Pemasangan garis polisi dilakukan sekitar tengah malam setelah dilakukan pengecekan awal oleh pihak manajemen perusahaan.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved