Minggu, 12 April 2026

Sumur Kalrez

PT Karlez di SBT Pastikan Luapan Gas Tak Beracun, Tapi Mudah Terbakar

Luapan gas pipa bocor PT Karlez tidak beracun, tapi gas tersebut tetap memiliki potensi bahaya, terutama jika terpapar sumber api.

|
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/Ali/Haliyudin Ulima
PT. KARLEZ - Luapan minyak milik PT. Karlez Petroleum Limited di Kampung Densel, Desa Fatolu Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Selasa (20/1/2026). 

Ringkasan Berita:
  • PT. Karlez Petroleum Limited memastikan gas yang akibat saluran pipa yang mengalami kebocoran dipastikan tak beracun. 
  • Kepastian itu disampaikan langsung oleh Bapak Wahyu selaku Depertemen Produksi PT. Karlez  setelah dilakukan pengecekan menggunakan alat detektor gas oleh tim gabungan.
  • Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan menjaga jarak aman dari lokasi sumur.
  • Meski tidak beracun, gas tersebut tetap memiliki potensi bahaya, terutama jika terpapar sumber api.

 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – PT. Karlez Petroleum Limited memastikan gas yang akibat saluran pipa yang mengalami kebocoran dipastikan tak beracun. 

Kepastian itu disampaikan langsung oleh Bapak Wahyu selaku Depertemen Produksi PT. Karlez  setelah dilakukan pengecekan menggunakan alat detektor gas oleh tim gabungan.

Meski demikian, masyarakat tetap diminta waspada dan menjaga jarak aman dari lokasi sumur.

“Tadi malam sudah dilakukan pengecekan dengan detektor, dan tidak ada kandungan H₂S. Jadi bukan kategori gas peracun,” ujarnya kepada TribunAmbon.com, Selasa (20/1/2026).

Lebih lanjut dijelaskan, meski tidak beracun, gas tersebut tetap memiliki potensi bahaya, terutama jika terpapar sumber api.

“Ada indikasi bisa terbakar, tapi tekanan terus berangsur turun. Sejauh ini masih bisa dikondisikan,” katanya.

Pihak perusahaan mengimbau warga agar tidak berkerumun di sekitar lokasi dan menghindari aktivitas yang berpotensi memicu api.

“Untuk masyarakat, tolong jaga jarak aman, jangan mendekat, dan jangan menyalakan api atau rokok di dekat sumur,” imbaunya.

Ia menegaskan, keberadaan kerumunan justru dapat memperparah risiko jika terjadi insiden.

“Kalau ada fatality ke orang, penanganannya akan jauh lebih sulit,” tandasnya.

Diberitakan, Warga Kampung Densel, Desa Fatolu, Kecamatan Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), sempat dilanda kepanikan setelah gas tiba-tiba muncul dari sumur yang berada di belakang permukiman warga, Senin (19/1/2026).

Gas tersebut diketahui berasal dari sumur milik PT Kalrez Petroleum Limited, yang menurut warga sudah beberapa bulan terakhir tak beroperasi.

PT Kalrez Petroleum (Seram) adalah perusahaan Kontrak Berbagi Produksi (PSC) di sektor minyak dan gas bumi yang beroperasi di Blok Bula, Seram Bagian Timur, Maluku, Indonesia, yang fokus pada eksploitasi minyak mentah, sering disebut sebagai Bula Crude Petroleum Oil (CPO). 

Perusahaan ini berada di bawah pengawasan SKK Migas dan telah aktif sejak tahun 2000, terlibat dalam ekspor minyak mentah dari wilayah tersebut. 

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang menjadi gelap disertai bau yang membuat warga panik. 

Sebagian masyarakat memilih mengungsi karena khawatir akan keselamatan mereka.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved