Info Daerah

Tak Kunjung Turun, Harga Cabai di Pasar Langgur Tembus Rp. 150 ribu

Harga cabai yang masih melambung tinggi, membuat masyarakat mengeluh lantaran harga bahan pokok masih tinggi.

Tribunambon/Vera
UPDATE HARGA PASAR : Harga cabai di pasar Langgur, Malra tak kunjung turun, Selasa (6/5/2025) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah, harga cabai rawit di Pasar Langgur, Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) belum menunjukkan angka penurunan.

Dengan harga yang masih melambung, membuat masyarakat mengeluh lantaran harga bahan pokok masih tinggi.

Cabai rawit dan keriting masih berada di angka Rp. 150 ribu per kilo, belum menunjukkan penurunan dari usai lebaran hingga kini.

Sementara bawang merah dan putih juga kompak berada di harga Rp. 60 ribu per kilo, naik tipis dari harga sebelumnya Rp. 50 per kilo

Untuk tomat lokal dibandrol Rp. 50 ribu melambung dari harga sebelumnya Rp. 25 ribu.

Baca juga: Satpol PP Catat 81 Bangunan di Masohi Tak Kantongi IMB

Baca juga: Ini Syarat Permohonan Izin Mendirikan Bangunan di Maluku Tengah

Baca juga: Satpol PP Catat 81 Bangunan di Masohi Tak Kantongi IMB

Sedangkan buncis bertengger di posisi Rp. 25 ribu per kilo, Kol Rp. 30 per kilo, kentang Rp. 40 ribu dan wortel Rp. 50 ribu.

Zaskia salah satu pedagang di pasar Langgur mengatakan, stok cabai di tingkat lokal makin menipis.

"Sebagian pemasok cabai, menaikan harga jual jadi kami hanya menyesuaikan saja," ungkapnya.

Menurutnya, jika sudah ada bantuan pasokan dari luar harganya pasti akan turun.

"Tunggu beberapa hari lagi, jika sudah kapal pasti harganya normal kembali," ucapnya.

Warga setempat, Melani  mengatakan, dirinya harus mengurangi pembelian cabai merah untuk keperluan jualan lantaran harga cabai tak kunjung turun.

"Beli seadanya sesuai keperluan. Sekarang kalau mau beli banyak, uangnya harus banyak, apalagi peredaran uang semakin sulit," ujarnya.

Kata dia, sebelum harga cabai ini naik biasanya dirinya membeli cabai mencapai Rp. 80 ribu. Namun, dengan kondisi sekarang ini nilai uang seperti itu tidak cukup untuk keperluan sehari-hari.

"Bisanya Rp. 80 ribu sudah cukup tapi untuk sekarang tidak cukup harus memikirkan keperluan lain," pungkasnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved