Ortu Ngamuk di Sekolah

Disdik Ambon Pastikan Kedepan Wajib Lampirkan Surat Persetujuan Orang Tua saat Anak Mau Diimunisasi

Kedepan tiap sekolah wajib lampirkan surat persetujuan orang tua murid jika ada program imunisasi.

Mesya
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon, Ferdinand Tasso saat diwawancarai terkait peristiwa orang tua ngamuk karena anaknya diimunisasi di SD Xaverius, Rabu (4/10/2023). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Ambon, Ferdinand Tasso mengatakan kedepan tiap sekolah wajib lampirkan surat persetujuan orang tua murid jika ada program imunisasi.

Hal itu sebagai upaya antisipasi kejadian serupa saat orang tua murid yang ngamuk di SD Xaverius karena anaknya diimunisasi.

"Kedepan harus ada surat pernyataan. Seperti sama halnya yang dilakukan oleh rumah sakit misalnya, kalau ada tindakan yang mau diambil kepada seseorang, harus ada semacam surat pernyataan. Itu yang akan dilakukan kedepan," kata Tasso usai rapat mediasi di Baileo Belakang Soya Ambon, Rabu (4/10/2023).

Baca juga: Persoalan Imunisasi Berujung Ortu Ngamuk di SD Xaverius Ambon Berakhir Damai

Kata dia, pada prinsipnya, dari sisi pendidikan, pihaknya tentu mendukung program pemerintah.

Namun dia berharap kedepannya, akan ada koordinasi dan soaialisasi yang maksimal dari Dinas Kesehatan (Dinkes) sehingga menghindari hal-hal yang tidak diinginkan ini terjadi kembali.

"Jadi kembali lagi ke peristiwa Xaverius, bahwa ini sebenarnya soal miss komunikasi antara sekolah dalam hal ini guru, dengan orang tua yang berujung pada peristiwa itu. Dengan itu kedepan, akan ada lebih dimaksimalkan soal sosialisasi dan koordinasi, terutama oleh Dinkes yang punya program," ujarnya.

Karena lanjutnya, tindakan ini dilakukan oleh pihak Dinkes ke lembaga pendidikan.

Dengan itu, maka koordinasi ini harus lebih maksimal.

"Karena ini bukan kita dari lembaga pendidikan yang minta, tapi dari Dinkes yang punya program. Jadi kedepan, harus ada persetujuan orang tua untuk tindakan medis bagi anak mereka," tandasnya.

Diberitakan, beredar video orang tua murid ngamuk dan memukul guru di dalam lingkungan sekolah.

Peristiwa berlangsung di SD Xaverius Ambon, Jl Raya Pattimura, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (27/9/2023).

Dalam video tersebut, orang tua perempuan membentak sembari menunjuk hingga kemudian memukul salah seorang tenaga pendidik.

Adu mulut pun tidak terhindarkan.

Sementara itu, sang suami yang diketahui merupakan anggota Propam Polda Maluku hanya menyaksikan amukan istrinya.

Informasi dihimpun, amukan orang tua itu lantaran tidak terima anaknya diimunisasi rubela.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved