BPKW XX
Merawat Tradisi Lewat Gerak: Kisah Tarian Tnabar Ilaa dari Tanimbar
Masyarakat Tanimbar memiliki identitas budaya yang kuat dan khas, yang membedakannya dari etnis lain di Maluku.
Formasi penari dalam tarian ini juga memiliki makna simbolik. Penari membentuk pola setengah lingkaran menyerupai perahu (sori), yang menggambarkan struktur sosial masyarakat Tanimbar.
Dalam formasi ini terdapat pembagian peran antara penari laki-laki, penari perempuan, penari pemimpin, serta pemain tifa atau tiwal yang mengiringi ritme tarian.
Bentuk perahu dalam komposisi tari ini juga melambangkan kosmologi masyarakat Tanimbar, yaitu hubungan harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan sesama, serta manusia dengan alam.
Melalui Tari Tnabar Ila’a, masyarakat Tanimbar tidak hanya menampilkan sebuah pertunjukan seni, tetapi juga merawat nilai-nilai sejarah, kebersamaan, dan identitas budaya yang diwariskan oleh para leluhur.
Oleh karena itu, mengenal dan melestarikan tarian tradisional seperti Tnabar Ila’a menjadi bagian penting dalam menjaga warisan budaya sekaligus membangun karakter generasi muda bangsa.(*)
| Batuku Adat: Tradisi Penyelesaian Sengketa di Kian Darat Seram Bagian Timur |
|
|---|
| Lentera Sejarah di Pesisir Hila, Membaca Poros Waktu melalui Benteng Amsterdam |
|
|---|
| Hotong: Si Butiran Emas dari Bumi Bupolo yang Kini Terancam Dilupakan |
|
|---|
| Mengenal Hoer Findamar, Tradisi Perahu Lailatul Qadar Warisan Leluhur Pulau Kur |
|
|---|
| Tahuri, Bunyi Pertama yang Keluar dari Bumi Maluku |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Tanimbar-tari.jpg)