Malteng Hari Ini
Banyak Anak di Malteng Tidak Sekolah Dipicu Data Dapodik Tak Sinkron? Begini Respon DPRD
Tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Maluku Tengah lantaran tidak sinkronnya data peserta didik pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo
MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Belakangan diketahui salah satu pemicu tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Maluku Tengah lantaran tidak sinkronnya data peserta didik pada Data Pokok Pendidikan (Dapodik).
Hal itu diungkapkan salah satu Peserta Verifikasi Kepsek SD Albina Masohi, Yusuf Mulyono, Senin (30/6/2025) lalu.
Menurut Yusuf siswa yang lulus dari sekolah tidak ditarik langsung oleh operator sekolah melalui aplikasi dapodik, sehingga pada data dapodik di pusat tidak terbaca bahwa siswa yang bersangkutan melanjutkan ke jenjang berikutnya.
Faktor lain adalah siswa yang lulus dari sekolah di bawah naungan Kementerian Pendidikan melanjutkan ke jenjang sekolah di bawah naungan Kementerian Agama sehingga data Dapodik pusat belum terbaca.
Baca juga: Hadiri Pembukaan Pendidikan Dasar Nahdatul Ulama di Holo, Ini Pesan Bupati Malteng
Ditemui, Kamis (3/7/2025), Ketua Komisi IV DPRD Maluku Tengah, Musriadin Labahawa merespon hal tersebut.
"Karena mitra DPRD Komisi IV itu dengan Dinas Pendidikan dibawah naungan Kemendikdasmen, jadi untuk itu kita berharap ada sinkronisasi data (Dapodik)," imbuh Politisi PKS itu.
Tentu, dari sisi kewenangan (dua instansi) berbeda, tapi tujuannya sama.
"Bagaimana upaya yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan pihak Kementerian Agama untuk bisa (monitoring) sinkronkan perbedaan data itu," tukas Labahawa.
Eloknya ada komunikasi yang dibangun dan langkah-langkah strategis untuk bisa menyelesaikan apa yang menjadi kewenangan masing-masing.
"Kami berharap dari komisi bisa menekan angka ATS dan bisa tracking itu ke satuan pendidikan masing-masing agar hal dimaksud bisa dikurangi," imbuh wakil rakyat itu.
Karena kalau dilihat dari data yang disajikan, lanjutnya, Maluku Tengah menjadi angka yang tertinggi ATS.
"Itu juga menjadi perhatian kami DPRD untuk bisa melihat hal dimaksud," pungkasnya.
Baca juga: Satresnaroba Polres Tual Bekuk 5 Terduga Pengedar Sabu, 10 Paket Disita
Untuk diketahui, Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Maluku menghimpun data ATS berdasarkan Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kemendikbud 2025.
Dimana tercatat 1.330 anak tidak sekolah tersebar dari jenjang sekolah kelas I hingga kelas XII di Kabupaten Maluku Tengah dengan rincian sebagai berikut :
Klas I : 78 anak
Kelas II : 86 anak
Kelas III : 54 anak
Kelas IV :118 anak
Kelas V : 123 anak
Kelas VI : 85 anak
Kelas VII : 58 anak
Kelas VIII : 162 anak
Kelas IX : 133 anak
Kelas X : 113 anak
Kelas XI : 244 anak
Kelas XII : 76 anak. (*)
Paripurna DPRD Malteng, Qudus Tehuayo Buka-bukaan Sebut OPD Copy Paste Penetapan APBD |
![]() |
---|
Terima Demonstran, Ini Respon Sekda Malteng Soal Krisis Pelayanan Kesehatan RSUD Masohi |
![]() |
---|
Nota Perhitungan APBD Maluku Tengah Tahun 2024, Kontribusi PAD Capai Rp. 70,32 Miliar |
![]() |
---|
Nota Pertanggungjawaban APBD 2024, Pemda Malteng Klaim Penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka |
![]() |
---|
Jadi Polemik, Surat Edaran Banda Heritage Festival Dibatalkan |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.