Maluku Hari ini
Gubernur Hendrik Sebut Pemerintahannya Telah Warisi Tata Kelola dan Keuangan yang Tak Ideal
Gubernur Hendrik Lewerissa Sebut Pemerintahannya Telah Warisi Tata Kelola dan Keuangan yang Tak Ideal
Penulis: Megarivera Renyaan | Editor: Mesya Marasabessy
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan
LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa menyebut, di masa pemerintahannya saat ini telah mewarisi tata kelola dan keuangan yang tidak ideal.
Hal itu disampaikan Lewerissa saat pertemuan bersama stakeholder dan pembinaan Kamtibmas di Landmark, Ohoijang, Senin (12/5/2025 ).
"Saya harus katakan jujur, kami mewarisi tata kelola pemerintahan yang tidak terlalu ideal, dan juga tata kelola keuangan yang juga sangat kurang ideal," ungkapnya.
Menurut Lewerissa, dirinya tidak mau menengok kembali masa lalu dan kembali membenahi tata kelola pemerintahan.
"Ada tujuh misi dalam Sapta Cita Lawamena yang jadi tolak ukur pembangunan Maluku, yakni tata kelola pemerintahan, harus kita perbaiki dan bentuk menjadi birokrasi yang melayani kompeten dan kapabel," ujarnya.
Baca juga: Mulai 15 Mei, 1.076 Jemaah Calon Haji Maluku Berkumpul di Ambon
Baca juga: Nilai Impor Maluku Meningkat 36,79 Persen pada Maret 2025, Sektor Migas Peran Utama
Untuk itu dirinya ingin tata kelola pemerintahan dilakukan secara transparan.
"Karena kami tidak mungkin mengatur roda pembangunan kalau internal kami di pemerintahan tidak terkelola secara baik, oleh sebab itu tata kelola birokrasi jadi top prioritas bagi kami," ujarnya.
Peningkatan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing, menjadi sesuatu yang sangat penting.
"Kami mewarisi bumi yang sangat kaya, tapi sejarah membuktikan ratusan tahun lamanya, kekayaan bumi ini diambil dan diekstrak oleh orang-orang luar, diambil dan dihisap secara ekslusif," jelas Lewerissa.
Pemprov Maluku bertekad membangun sumber daya manusia yang unggul, berkualitas agar bisa menjadi tuan di negeri sendiri.
"Kalau Pendidikan di luar sana dapat mencetak sumber daya yang unggul dan berdaya saing , mestinya pendidikan di Maluku harus menghasilkan yang sama, namun kualitas pendidikan masih rendah di republik ini," pungkasnya.
Untuk diketahui, kegiatan yang dihelat turut dihadiri Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, Pangdam XV/Pattimura, Mayjen TNI Putranto Gatot Sri Handoyo, Kapolda Maluku, Irjen Pol Drs. Eddy Sumitro Tambunan, Wakajati Maluku, Dr. Jefferdian, Ketua DPRD Maluku, Benhur George Watubun, Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, Wali Kota Tual, Hi. Ahmad Yani Renuat, beserta Forkopimda Malra dan Kota Tual.(*)
Korupsi Dana Desa Rp 1,1 M, 6 Para Pejabat Negeri Tiouw-Malteng Terancam 20 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Perkokoh Sinergi, Pangdam dan Kapolda Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Keamanan |
![]() |
---|
Jaksa Limpahan Kasus Korupsi Dana Desa Ridool-KKT ke Pengadilan Tipikor |
![]() |
---|
Cabuli Anak Dibawah Umur, Opa Daud di Vonis 5 Tahun Penjara |
![]() |
---|
Polisi Maluku Gelar Klinik Terapung, Sasar Buru Pelabuhan dan Nelayan di Tulehu |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.