Breaking News:

Temuan Mayat di Masohi

Deretan Fakta Pembunuhan Siswi SMA di Masohi, Kronologi hingga Korban Dibuang ke Gorong-gorong

Seperti diketahui, penemuan mayat perempuan di gorong-gorong kawasan Bundaran Kota Masohi, Rabu (9/3/2022) menggemparkan warga.

TribunAmbon.com/Lukman
MASOHI: Sejumlah Aparat Polres Maluku Tengah tampak sedang mengangkat mayat perempuan yang ditemukan di dalam selokan di kawasan Bundara Kota Masohi, Maluku Tengah Rabu (9/3/2022) sore. 

TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah fakta baru tentang kasus pembunuhan siswi yang mayatnya ditemukan di goronggorong, mulai terungkap.

Seperti diketahui, penemuan mayat perempuan di gotrong-gorong di Jl Abdullah Soulissa, kawasan Bundaran Kota Masohi, Rabu (9/3/2022) menggemparkan warga.

Dan salah satu fakta terbaru yang terungkap kini adalah nasib si pelaku.

Berikut update fakta baru kasus penemuan mayat siswi di gorong-gorong tersebut:

1. Pelakunya Dua Orang

Mayat gadis 16 tahun yang ditemukan di selokan kawasan Bundaran Kota Masohi - Maluku Tengah ternyata korban pembunuhan.

Pelaku pembunuhan pun berhasil ditangkap setelah hampir sepekan menyelidiki kasus yang menggemparkan warga ibu kota Maluku Tengah itu.

Keduanya yakni, RS (22) dan IPT (34) warga Desa Haya Kecamatan Tehoru.

“Para pelaku sebagai sopir mobil,” kata Kapolres Malteng AKBP Abdul Ghafur di Mapolres, Senin (14/3/2022).

Dua pelaku pembunuhan MAL tampak digiring sejumlah anggota polres bersenjata lengkap usai gelaran Konfrensi Pers di Mapolres setempat, Senin (14/3/2022).
Dua pelaku pembunuhan MAL tampak digiring sejumlah anggota polres bersenjata lengkap usai gelaran Konfrensi Pers di Mapolres setempat, Senin (14/3/2022). (TribunAmbon.com/ Lukman Mukaddar)

Dijelaskan, kedua pelaku diringkus di dua lokasi berbeda.

Yakni, IPT dibekuk tanpa perlawanan di rumahnya di Desa Haya.

Sementara RS diringkus dalam perjalanan dari pelabuhan Waipirit menuju Kota Masohi.

Dijelaskan, sebelum dibunuh, korban sempat disetubuhi oleh keduanya.

“Keduanya menggendong mayat korban ke dalam gorong-gorong. Tersangka mengikat kaki korban diisi dalam karung, kemudian  korban diikat dengan batu dengan maksud menjadi beban agar mayat korban tidak hanyut terbawa air,” jelas Kapolres. 

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved