Temuan Mayat di Masohi

Deretan Fakta Pembunuhan Siswi SMA di Masohi, Kronologi hingga Korban Dibuang ke Gorong-gorong

Seperti diketahui, penemuan mayat perempuan di gorong-gorong kawasan Bundaran Kota Masohi, Rabu (9/3/2022) menggemparkan warga.

TribunAmbon.com/Lukman
MASOHI: Sejumlah Aparat Polres Maluku Tengah tampak sedang mengangkat mayat perempuan yang ditemukan di dalam selokan di kawasan Bundara Kota Masohi, Maluku Tengah Rabu (9/3/2022) sore. 

Dijelaskan, kasus pembunuhan itu berawal dari pesta minuman keras (Miras) di pantai pengeringan Kota Masohi.

Usai berpesta, keduanya kemudian menghubungi dan dimintakan datang ke penginapan Samudra.

Tak berapa lama korban datang dan masuk ke dalam kamar RS.

“Tersangka mengaku korban ada di kamar 01 kepada IPT. Dan selanjutnya rekannya itu menemui korban melakukan hal yang sama (bersetubuh) kepada korban,” jelas Kapolres.

Sejumlah Aparat Polres Maluku Tengah tampak sedang mengangkat mayat perempuan yang ditemukan di dalam selokan di kawasan Bundara Kota Masohi, Maluku Tengah Rabu (9/3/2022) sore.
Sejumlah Aparat Polres Maluku Tengah tampak sedang mengangkat mayat perempuan yang ditemukan di dalam selokan di kawasan Bundara Kota Masohi, Maluku Tengah Rabu (9/3/2022) sore. (TribunAmbon.com/Lukman)

Selanjutnya, IPT sempat merayu korban dengan iming-iming uang sebesar Rp.200 dan akhirnya berhasil menyetubuhi korban.

3. Dibunuh karena Berteriak

Alasan korban dibunuh karena pada saat itu, korban merasa kesakitan dan berteriak. Karena takut teriakan korban didengar orang, tersangka  IPT kemudian membungkam mulut dan hidung korban dengan bantal.

Setelah kurang dari 1 jam, IPT melihat korban sudah tidak bergerak.

Melihat korban sudah tak bernyawa, IPT bersama RS mengikat korban dengan tali jemuran yang ditemukan di penginapan.

“Tali itu diserahkan kepada IPT dan setelah itu, keduanya menggendong mayat korban ke dalam gorong-gorong. Tersangka mengikat kaki korban diisi dalam karung, kemudian  korban diikat dengan batu dengan maksud menjadi beban agar mayat korban tidak hanyut terbawa air,” beber Kapolres.

Setelah itu, tersangka IPT pergi meninggalkan TKP dan kembali ke rumahnya, hingga mayat korban ditemukan oleh warga.

4. Ikat Korban dengan Batu

Usai dibunuh, pelajar SMK di Kota Masohi berinisial MAL dibuang ke selokan kawasan Bundaran Kota Masohi - Maluku Tengah.

Dari pengakuan para pelaku, mayat yang dimasukan kedalam karung itu kemudian diikatkan menggunakan batu agar tidak hanyut terbawa air.

“Tali itu diserahkan kepada IPT dan setelah itu, keduanya menggendong mayat korban ke dalam gorong-gorong. Tersangka mengikat kaki korban diisi dalam karung, kemudian  korban diikat dengan batu dengan maksud menjadi beban agar mayat korban tidak hanyut terbawa air,” beber Kapolres Malteng AKBP Abdul Ghafur di Mapolres, Senin (14/3/2022).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved