Breaking News:

Narkoba di Ambon

Mengulang Perbuatan, Napi Pengedar Narkoba di Lapas Ambon Minta Keringanan Hukuman, Ini Alasannya

Napi pengendali peredaran narkoba dari Lapas Kelas II A Ambon, Ian Patrick Souhuwat minta keringan hukuman kepada Majelis Pengadilan Negeri Ambon.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Juna Putuhena
Ilustrasi Kasus Korupsi 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Napi pengendali peredaran narkoba dari Lapas Kelas II A Ambon, Ian Patrick Souhuwat minta keringan hukuman kepada Majelis Pengadilan Negeri Ambon.

Permintaan itu ia sampaikan melalui penasihat hukum, Penny Tupan saat sidang beragenda pembelaan di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (26/11/2021).

Patrick kembali jalani persidangan lantaran ketahuan nekat melakukan transaksi jual beli narkotika jenis ganja saat mendekam dari balik jeruji sel penjara.

Tupan dalam pembelaannya meminta keringanan hukuman dengan alasan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), Elsye B. Leonupun terlalu tinggi.
Serta kliennya itu menyesali dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya.

“Kami memohon majelis hakim untuk meringankan hukuman terdakwa. Tuntutan Jaksa sangatlah tinggi dan terdakwa telah menyesali perbuatan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya,” kata Tupan.

Diketahui JPU menuntut terdakwa dengan pidana penjara selama 10 tahun dan denda sebesar Rp 1 miliar subside enam bulan kurungan.

JPU menilai pemuda 30 tahun itu bersalah melakukan tindak pidana dalam pasal 114 ayat 1 Jo pasal 114 ayat 1 undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika.

Usai mendengar pembelaan terdakwa, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda putusan.

Baca juga: Temannya Akui dapat 2 Paket Ganja Dari-nya, Tehuayo Dituntut 8 Tahun Penjara

Baca juga: Target Vaksinasi Belum Capai 70 Persen, PPKM Level 2 Kembali Berlaku di Buru - Maluku

Diketahui, saat ini terdakwa tengah menjalani hukuman penjara selama 7,6 tahun penjara akibat kasus yang sama sejak November 2020 lalu.

Perbuatan terdakwa ketahuan setelah Kepolisan menangkap dua orang lainnya yakni Stevi Weringkuly dan Menantu pemilik Hotel Wijaya Ambon, Dieter Gunawan.

Keduanya mengaku memesan ganja dari terdakwa Ian yang berada di Lapas kelas 2A Ambon.

Dieter mengenal terdakwa saat keduanya berada di balik jeruji dan kembali berkomunikasi saat Dieter bebas di awal tahun 2021.

Terdakwa mengakui memang mempunyai jalur ganja dan menerima uang Rp 5,5 juta hasil transaksi dengan Dieter.

Uang tersebut ditransfer ke rekening Christy Pattiasina (DPO) yang berada di Jakarta.

Kemudian, Christy yang akan memesan narkotika dari Jakarta dan dikirimkan ke Stevi Weringkuly dan akan diserahkan ke Dieter.

Terdakwa juga mengakui pertama kali mengkonsumsi narkoba jenis ganja pada tahun 2012 dan terakhir kali menggunakan narkotika pada 30 April 2021 sebelum tertangkap.

Sementara, terdakwa dan Stevie Weringkuly juga pernah menggunakan narkotika bersama pada tahun 2016 dan telah mengirimkan tigapaket narkotika ke alamatnya Stevie. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved