Breaking News:

Narkoba di Maluku

Temannya Akui dapat 2 Paket Ganja Dari-nya, Tehuayo Dituntut 8 Tahun Penjara

Akibat pengakuan temannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Secretchill Pentury menuntut Ryan Iskandar Tehuajo (18) selama delapan tahun penjara.

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Grafis TribunAmbon.com, Juna Putuhena
Ilustrasi kasus narkoba 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Akibat pengakuan temannya, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Secretchill Pentury menuntut Ryan Iskandar Tehuayo (18) selama delapan tahun penjara.

Risky Vijay Mandra teman terdakwa yang ditangkap sebelumnya mengaku membeli dua paket jenis ganja dari terdakwa.

“Memohon majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Ryan Iskandar tunggu aja dengan pidana penjara selama 8 tahun di kurangi Selamat Anda kau berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,” kata JPU dihadapan Ketua Majelis Hakim, Nova Salmon dan Pengacara terdakwa, Dino Huliselan di Pengadilan Negeri Ambon, Jumat (26/11/2021).

Selain pidana badan, JPU juga menuntut pemuda Kebun Cengkeh, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon ini dengan denda sebesar Rp 800 juta subside tiga bulan kurungan.

JPU menilai terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana melanggar pasal 111 ayat 1 undang-undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika Jo pasal 55 KUHP.

Dalam amar tuntutannya, JPU mengatakan hal yang memberatkan tuntutan kepada terdakwa yakni terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas penyalahgunaan dan peredaran narkotika di Ambon.

Baca juga: Sempat Buang Narkoba Saat Ditangkap, Pemuda Jalan Baru Ambon Divonis 4 Tahun Penjara

Sedangkan hal meringankan yakni terdakwa berlaku sopan dalam persidangan, mengakui dan menyesali perbuatannya.

Usai mendengarkan tuntutan JPU, majelis hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa.

Sebelumnya, rekan terdakwa Risky Vijay Mandra usai mengambil ganja didepan Indomaret Pohon Pule pada Sabtu (20/3/2021) lalu.

Saat interogasi, Risky mengaku membeli ganja dari terdakwa seharga Rp 200 ribu.

Kepada Aparat Ditresnarkoba Polda Maluku, Risky mengatakan tempat tinggal terdakwa.

Berdasarkan informasi itu, apparat lantas bergerak ke rumah terdakwa di Daerah kebun cengkeh dan melakukan pemantauan.

Sekitar pukul 20.00 WIT, apparat kepolisian melihat terdakwa di depan rumah dan kemudian dimintai ke Kantor Ditresnarkoba Polda Maluku guna dimintai keterangan.

Dalam keterangannya, terdakwa baru pernah membeli ganja untuk Rizky. (*)

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved