Breaking News:

Mahasiswa Unpatti Terbunuh di JMP

Pisau Alat Bukti Pembunuhan Husin Suat Hilang di JMP, Masih Dicari Polisi

Alat tajam berupa sebilah pisau yang digunakan tersangka EN (32) menusuk Husin Suat hilang di lokasi kejadian, area Jembatan Merah Putih (JMP).

1. Sebelum Menyerahkan Diri, Pelaku Utama Pembunuh Husin Sempat Pulang Kampung

TERDUGA PELAKU - Aparat resmob Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, menggelandang pemuda yang diduga menjadi pelaku penganiayaan berujung kematian mahasiswa Fakultas Teknik Unpatti, Husein Suat atau Sein Ratuanik (23 tahun) di Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Kamis (11/2/2021).

AMBON, TRIBUNAMBON.COM -- Polisi akhirnya menahan pelaku utama penganiayaan berujung kematian Husin Suat (23) alias Sein Ratuanik.

Pelaku berinisial E.N itu menyerahkan diri ke polisi setelah tiga hari masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi di Ambon, Minggu (14/2/2021) dini hari.

Setelah membunuh korban, pelaku langsung melarikan diri.

Namun, pelaku berubah pikiran setelah berdialog dengan keluarganya.

Setelah berdialog, pihak keluarga langsung menyerahkan dirinya ke otoritas adat Negeri Wakal.

Baca juga: BREAKING NEWS; Buron 3 Hari, Pelaku Utama Pembunuhan Mahasiswa Unpatti Suat Ratuanik Serahkan Diri

Baca juga: 5 Tersangka Pembunuh Mahasiswa Unpatti di JMP Ambon Bisa Dihukum  Penjara 7 hingga 15 Tahun

Baca juga: Kisah Dibalik Penyerahan Diri EN, Pelaku Utama Pembunuhan Mahasiswa Unpatti ke Raja Wakal dan Polisi

EN tercatat sebagai warga dengan KTP Negeri Wakal.

Adalah Tetua Negeri Wakal, Ahaja Sunet, dan tokoh masyarakat Wakal-lah yang kemudian memfasilitasi EN datang ke Mapolresta Ambon, di kawasan Silale, dekat pelabuhan Ambon.

Seperti tetua negeri di Maluku lainnya, Ahaja Sunet terbilang punya akses lamgsung ke elite Polisi level provinsi, kota/ kabupaten dan kecamatan.

Pelaku diduga sebagai pelaku utama pengeroyokan berujung kematian mahasiswa semester akhir Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon di Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Kamis (11/2/2021) dini hari.

“Iya dia pelaku utama. Semalam menyerahkan diri dan langsung ditetapkan menjadi tersangka,” ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Izack Leatemia, Minggu (14/2/2021).

Pihak kelurga almarhum Husin menduga EN adalah jaringan kelompok kriminalis jalanan di kawasan JMP, dan ruas jalan protokol di jazirah Ambon.

"informasi , anak ini selalu begitu, biasa mengejar orang, gertak orang bahkan menjambret, ” ujar perwakilan mahasiswa Banda Ely-Elat yang juga saudara korban, Pati Suat.

Penyerahan diri pemuda berusia 31 tahun itu, hanya berselang 8 jam usai insiden penyerangan 3 unit rumah milik warga Dusun Waiguruguru Poka dan Batukoneng, Teluk Ambon, Sabtu (13/2/2021) pukul 19.45 WIT malam.

Kelompok penyerang adalah kerabat almarhum Husin Suat. Mereka mengklaim pemuda Eli-Elat, Wanda.

Baca juga: Ikatan Mahasiswa Wandan Desak Kapolda Maluku Profesional dan Adil dalam Pemeriksaan

Baca juga: Insiden Penyerangan 3 Rumah Warga di Waiguruguru Poka Berakhir Damai

Baca juga: Usai Didamaikan Aktivitas Warga Waiguruguru-Poka Kembali Normal, Polisi Ambon Patroli Rutin  

Insiden penyerang disebut sebagai reaksi atas lambatnya penyidik polisi menangkap satu dari enam tersangka pembunuhan di kawasan Jembatan Merah Putih (JMP) Kamis (11/2/2021) dibi hari lalu.

Polisi memilih momentum pengumuman tersangka EN juga pascatercapainya ikrar damai antara perwakilan pemuda Eli-Elat (kelompok penyerang) dengan kerabat pemilik rumah Waiguruguru (korban penyerangan) dI Mapolreta Ambon, Minggu (14/2/2021) siang.

Polisi memang terkesan amat hati-hati dalam penyidikan ini.

Kematian Uceng terungkap ke publik, Kamis (11/2/2021) siang, setelah beredar di facebook dan instagram.

Adalah rekannya, Aswinda Nilamsari Rusli (25), karyawan PT Angkasa Pura 1 Bandar udara Pattimura Laha, yeng pertama kali melaporkan kejadian ini di Mapolsek Teluk Ambon, kawasan Bundaran Unpattim atau sekitar 700 meter dari lokasi kejadian, JMP.

Dari Winda,  warga Negeri Laha Teluk Ambon, inilah terungkap kronologis pengeroyokan yang berujung kematian Uceng.

Winda adalah salah seorang teman Sein. Kabarnya, Winda membonceng di kendaraan Sein.

Baca juga: Almarhum Husein Suat Ratuanik Ternyata Juara I Putra The Natsepa 2017 Maluku

Baca juga: Sebelum Dibunuh, Mahasiswa Unpatti ini Sempat Tampil dalam Peluncuran Rumah Produksi Liar

Baca juga: Mahasiswa Unpatti Ambon Tewas Setelah Dianiaya di Kawasan Jembatan Merah Putih

Dari bahan keterangan tertulis kepolisian yang diperoleh TribunAmbon.com, terungkap awal insiden ini bermula saat Sein Ratuanik, pulang dari acara pegelaran musik peluncuran Rumah Produksi Literasi Belajar (Liar) di kawsan Lapangan Galunggung, Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon.

Sesuai acara, sekitar pukul 02.30 WIT, korban bersama rekan-rekannya menjemput kawannya, Gibran Tualeka (17 tahun), di Perumnas Waiheru Blok 3, Kecamatan Baguala, Kota Ambon.

Gibran adalah pelajar SMA Negeri 11 Ambon dan tercatat sebagai warga kawasan Kebun Cengkeh Perempatan.

Sebelumnya, mereka mendapat kabar bahwa seorang rekannya dipukul, di Waeheru, kawasan Baguala.

Kepada seorang aparat di kawasan Pangkalan Udara Pattimura, Winda bercerita Sein dan Aswinda boncengan.

Ada tiga kendaraan lain rekan mereka yang mengikuti dari arah Galunggung menuju Waiheru.

Namun karena tak menemukan pemuda yang memukul Gibran, Sein dan rekannya langsung pulang.

Nah dalam perjalanan pulang inilah mereka diteriaki beberapa pemuda yang mangkal  di sekitar Jembatan LIPI, Kelurahan Poka.

Salah satu rekan korban berhenti.

Rekan Sein menanyakan kenapa mereka dimaki.

Adu mulut pun tak terhindarkan.

Bahkan dilaporkan sempat terjadi  adu fisik antara rekan korban.

Fauz Latuwamuri (21), salah seorang rekan Sein dilapaorkan, sempat menarik baju dan mendorong salah seorang pemuda di sekitar Jembatan LIPI Desa Poka.

Fauz adalah mahasiswa semseter 1 di Unpatti.

Dia tercatat sebagai warga Tantui, sekitar SMA Negeri 13 Ambon.

Rombongan Sein dan tiga sepeda motor melanjutkan perjalanan ke arah Kota, melalui Jembatan Merah Putih.

Namun insiden belum selesai.

Si depan kantor PLN Poka, mereka juga sempat dilempari kelompok pemuda lain.

Dalam perjalanan itulah, Sein terpisah dari iring-iringan kawannya.

Disebutkan, setidaknya ada 10 kendaraan roda dua yang dipakai para pelaku.

Aksi kejar-kejaran di jalan ini berlansgung cepat.

Korban dan rekan-rekannya tak menghiraukan.

Tepat di tanjakan JMP Poka, salah satu pemuda menendang kendaraan yang dikendarai Sein.

Tak kuasa mengendalikan motir matiknya, Sein dan Aswinda terjatuh.

Sein dan Aswinda hendak lari menyelamatkan diri.

Namun belum lagi menaiki kendaraan mereka, kelompok pemuda datang.

Penganianyaan pun terjadi.

Sein mengalami luka tusukan di punggung sebelah kiri.

Darah mengucur membasahi baju kedua korban.

Setelah para pelaku pergi, dengan menumpang angkot, Aswinda membawa Sein ke RS Bhayangkara, Tantui.

Namun dalam perjalanan, Sein meninggal dunia.

Sekitar pukul 05.00 WIT, Winda melaporkan insiden ini di Mapolsek Teluk Ambon.

Kelima tersangka telah ditahan di rumah tahanan Mapolresta.

Mereka disangkakan pasal 338 KUHP dan atau pasal 170 ayat (2) KUHP dan atau pasal 351 ayat (3) KUHP Junto pasal 56 ayat (1) KUHP. (*)

Halaman
Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Adjeng Hatalea
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved