Breaking News:

Mahasiswa Unpatti Terbunuh di JMP

Usai Didamaikan Aktivitas Warga Waiguruguru-Poka Kembali Normal, Polisi Ambon Patroli Rutin  

tiga bangunan yang diserang sekelompok pemuda bermotor adalah rumah tinggal, bengkel tambal ban, dan kedai depot minyak tanah.

Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Nur Thamsil Thahir
Tribun Ambon/Fandi Wattimena
KEMBALI NORMAL - Aktivitas warga Waiguruguru, Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Minggu (14/2/2021) kembali normal, sekiyar 10 jam usai insiden penyerangan dan pengrusakan 3 rumah warga. Penyerangan diduga mereupakan reaksi atas penganiayaan berujung pembunuhan Husin Suat, mahasiswa Unpatti di Jembatan Merah Putih (JMP), Kamis (12/2/2021) dini hari. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Aktivitas warga Waiguruguru Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, Minggu (14/2/2021) siang, kembali normal.

Kedai buah, kelontong dan pedagang makanan di antara Jembatan Waiguruguru dan Poka ini, beranjak seperti sebelum insisen penyerangan kelompok pemuda, Sabtu (13/2/2021) malam/

Minggu (14/2/2021) pagi, aparat kepolisian Resort Kota Ambon dan Pulaupulau Lease, mendamaikan dua kelompok.

Puluhan keluarga dan kerabat almarhum Husin Suat, mahasiswa Unpatti yang terbunuh di Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Kamis (11/2/2021) lalu bereaksi atas masih buronnya satu dari enam tersangka.

Aparat kepolisian masih disiagakan di lokasi kejadian penyerangan rumah warga, Waiguruguru Poka, Kecamatan Teluk Kota Ambon, Minggu (14/2/2021) siang,

KAMPUNG WAIGURUGURU - Aparat Pori dan TNI siaga di depan tiga rumah dan bengkel yang diserang kelompok pemuda bermotor di kelokan Jembatan Waiguruguru, Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Ambon, Sabtu (13/2//2021) pukul 20.21 Wit. Insiden ini diyakini sebagai lanjutan meninggalnya Husin Suat atau Sein Ratuanik (23), mahasiwa Unpatti Ambon, Kamis (11/2/2021) dini hari.
KAMPUNG WAIGURUGURU - Aparat Pori dan TNI siaga di depan tiga rumah dan bengkel yang diserang kelompok pemuda bermotor di kelokan Jembatan Waiguruguru, Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Ambon, Sabtu (13/2//2021) pukul 20.21 Wit. Insiden ini diyakini sebagai lanjutan meninggalnya Husin Suat atau Sein Ratuanik (23), mahasiwa Unpatti Ambon, Kamis (11/2/2021) dini hari. (Tribun Ambon/Fandi Wattimena)

Baca juga: 3 Rumah yang Diserang di Batukoneng-Poka Tak Jauh dari Lokasi Perkelahian Sein

Baca juga: 3 Tersangka Pembunuh Mahasiswa Unpatti Masih di Bawah Umur, 1 Berstatus DPO

Baca juga: 5 Tersangka Pembunuh Mahasiswa Unpatti di JMP Ambon Bisa Dihukum  Penjara 7 hingga 15 Tahun

Dari pantauan TribunAmbon.com, 10 jam usai insiden, sejumlah aparat kepolisian Polsek Teluk Ambon berada tidak jauh dari rumah warga yang diserang.

Meski begitu aktifitas warga tetap normal, sejumlah lapak dagangan di sederetan rumah korban dibuka seperti biasa.

Menurut Kasubbag Humas Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Izack Leatemia aparat masih ditempatkan sejak malam kejadian, Sabtu (13/2/2021) untuk antisipasi kejadian serupa.

Aparat Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease juga akan melakukan patroli di kawasan Poka dan sekitarnya.
"Personil Kepolisian Sektor Teluk Ambon dan Polresta Ambon sejak malam disiagakan di Lokasi dan Giat Patroli Rutin," ujar Leatemia kepada TribunAmbon.com melalui pesan singkat, Minggu (14/2/2021) pagi.

Lebih lanjut dijelaskan, pasca kejadian, pihak korban dan keluarga pelaku penyerangan telah dipertemukan di Mapolresta.
"Telah ada kesepakatan bersama untuk damai," ungkapnya.

Para korban setuju tidak melanjutkan proses hukum persoalan itu.

Namun segala kerusakan yang ditimbulkan akibat penyerangan itu akan diganti pihak keluarga pelaku penyerangan.
"Semua kerugian akan diganti rugi oleh pihak pelaku," ujar Leatemia.

Diketahui tiga bangunan yang diserang sekelompok pemuda bermotor adalah rumah tinggal, bengkel tambal ban, dan kedai depot minyak tanah.

Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan pada bagian dinding depan, jendela dan pintu.

Kejadian penyerangan yang terjadi sekitar pukul 17.45 Wit, Sabtu malam itu sempat terekam oleh pengendara sepeda motor.

Video berdurasi kurang dari 2 menit itu telah beredar luas di media sosial dan akun chat satu jam peristiwa.

Dalam rekaman video itu, tampak sekelompok pemuda menyerang dan merusak bagian rumah. Saat kejadian juga sempat terdengar bunyi tembakan.

Sekitar satu jam usai kejadian, sekitar 50-an aparat Polri dan TNI tiba dilokasi kejadian. (*)

Halaman
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved