Breaking News:

Mahasiswa Unpatti Terbunuh di JMP

BREAKING NEWS; Buron 3 Hari, Pelaku Utama Pembunuhan Mahasiswa Unpatti Suat Ratuanik Serahkan Diri

Dengan penyerahan diri ini, berarti enam pelaku sudah ditahan polisi. Proses penyidikan memasuki tahap pemeriksaan tersangka di Mapolresta Ambon dan

dok_polresta_Ambon_dan_Pulau_Lease
TERDUGA PELAKU - Aparat resmob Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, menggelandang pemuda yang diduga menjadi pelaku penganiayaan berujung kematian mahasiswa Fakultas Teknik Unpatti, Husein Suat atau Sein Ratuanik (23 tahun) di Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Kamis (11/2/2021). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Salama Picalouhata

AMBON, TRIBUNAMBON.COM -- Setelah tiga hari masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) polisi di Ambon, Minggu (14/2/2021) dini hari, pelaku utama penganiayaan berujung kematian Husin Suat (23) alias Sein Ratuanik, menyerahkan diri ke polisi.

Pelaku berinisial E N.

Usianya 31 tahun.

Polisi menyebut pelaku warga Teluk Ambon, Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Dengan penyerahan diri ini, berarti enam pelaku sudah ditahan polisi. 

Proses penyidikan memasuki tahap pemeriksaan tersangka di Mapolresta Ambon dan Pulau Lease.

Dia dilaporkan menyerahkan diri ke polisi, sekitar pukul 24.00 WIT, atau sekiuar empat jam setelah insiden penyerangan tiga unit rumah di Kampung Waiguruguru, Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (13/2/2021) malam.

Baca juga: 3 Tersangka Pembunuh Mahasiswa Unpatti Masih di Bawah Umur, 1 Berstatus DPO

Baca juga: 3 Rumah yang Diserang di Batukoneng-Poka Tak Jauh dari Lokasi Perkelahian Sein

Baca juga: Insiden Penyerangan 3 Rumah Warga di Waiguruguru Poka Berakhir Damai

SCREENSHOOT - Potongan video screenshoot dari insiden penyerangan tiga rumah warga Weiguruguru Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (13/2/2021) pukul 20/30 Wit malam. Diduga penyerangan ini sebagai imbas dan reaksi atas meninggalnya Husin Suat atau Sein Ratuanik, mahasiswa Fakultas Teknik Unpatti, di Jembatan Merah Putih, Ambon, Kamis (11/2/2021) dini hari lalu.
SCREENSHOOT - Potongan video screenshoot dari insiden penyerangan tiga rumah warga Weiguruguru Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Sabtu (13/2/2021) pukul 20/30 Wit malam. Diduga penyerangan ini sebagai imbas dan reaksi atas meninggalnya Husin Suat atau Sein Ratuanik, mahasiswa Fakultas Teknik Unpatti, di Jembatan Merah Putih, Ambon, Kamis (11/2/2021) dini hari lalu. (Tribun Ambon/Fandi Wattimena)

Pelaku diduga sebagai pelaku utama pengeroyokan berujung kematian mahasiswa semester akhir Fakultas Teknik Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon di Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Kamis (11/2/2021) dini hari.

“Untuk satu DPO sudah menyerahkan diri tadi malam,” ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Izack Leatemia, Minggu (14/2/2021).

Hingga sore ini, warga Teluk Ambon itu ditahan di Rutan Polresta Ambon.

Izaac mengatakan, E.N merupakan pelaku utama yang menusuk korban di bagian bahunya.
“Iya dia pelaku utama. Semalam menyerahkan diri dan langsung ditetapkan menjadi tersangka,” ujar Izaac.

Tim penyidik reserse dan kriminal Kepolisian Resort Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease, mengumumkan sudah menahan dan menetapkan enam tersangka..

Kelima tersangka lain yang sudah ditahan itu berinisial IN, MOO, MKT, RK dan BM. “Jika sudah ada (ditangkap) akan diperiksa baru statusnya kita tetapkan,.

Satu masih (masuk) DPO (daftar pencarian orang),” ujar Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Izack Leatemia, Sabtu (13/2/2021) malam.

Sehari sebelumnya, Kapolrestan Ambon Kombes Pol Leo Surya Nugraha Simatupang, mengkonfirmasian dari enam tersangka tiga diantaranya masih di bawah umur.

Informasi yang dihimpun TribunAmbon.com, penyidik menjerat para tersangka dengan empat pasal berlapis, dengan tuduhan penganiayaan dan pembunuhan dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Mereka disangkakan pertama pasal 338 KUHP.

Kedua pasal 170 ayat (2) KUHP, Ketiga pasal 351 ayat (3) KUHP
dan Keempat Junto pasal 56 ayat (1) KUHP.

Merujuk sejumlah kasus dengan sangkaan pasal penganiayaan, pembunuhan, dan jita terbukti terencana mereka bisa dijerat hukuman penjara antara tujuh bahkan hingga 15 tahun.

Hukum positif Indonesia, mengkategorikan “di bawah umur” adalah mereka yang berusia 17 hingga 18 tahun.
Sejak Kamis (11/2/2021) pagi atau 3 jam usai kejadian, penyidik dari Polsek Teluk Ambon dan Polresta Ambon, menahan 9 pemuda yang diduga terlibat.

Karena pertimbangan etik dan penyidikan identitas pelaku, termasuk status domisili masih dirahasiakan.

Hingga tadi malam, kelima tersangka masih ditahan di sel terungku, Markas Polresta Ambon, Jl Sirimau Dr Latumenten No 10, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku.

Belum ada detail informasi tentang peran kelima tersangka dan satu tersangka buron ini., termasuk anak dibawah umur.

Penyidik juga belum mengungkap usia masing-masing kelima tersangkan dan si buron.

Apakah dalam kejadian di ujung tanjakan JMP dari arah Poka itu, para pelaku menyiapkan rencana, spontan dan insidentil, atau turut serta.

Merujuk situs hukum online, perihal pasal yang dapat dikenakan kepada anak pelaku, dalam hukum pidana dikenal empat golongan orang yang dapat dipidanakan sebagaimana disebut dalam Pasal 55 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”), yakni:
1. Pelaku (pleger);
2. Menyuruh melakukan (doenpleger);
3. Turut serta (medepleger);
4. Penganjur (uitlokker).

Halaman
Penulis: Salama Picalouhata
Editor: Nur Thamsil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved