Breaking News:

Mahasiswa Unpatti Terbunuh di JMP

Insiden Penyerangan 3 Rumah Warga di Waiguruguru Poka Berakhir Damai

Kelima tersangka dan sudah ditahan itu berinisial IN, MOO, MKT, RK dan BM. Disebut, tiga dari enam tersangka disebut masih dibawah umur.

Tribun Ambon/Fandi Wattimena
KAMPUNG WAIGURUGURU - Aparat Pori dan TNI siaga di depan tiga rumah dan bengkel yang diserang kelompok pemuda bermotor di kelokan Jembatan Waiguruguru, Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Ambon, Sabtu (13/2//2021) pukul 20.21 Wit. Insiden ini diyakini sebagai lanjutan meninggalnya Husin Suat atau Sein Ratuanik (23), mahasiwa Unpatti Ambon, Kamis (11/2/2021) dini hari. (Tribun Ambon/Fandi Wattimena) 

Polisi Damaikan Insiden Penyerangan Rumah Warga di Poka

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kepolisian Resort Kota (Polresta) Ambon dan Pulau-Pulau Lease mediasi insiden penyerangan tiga rumah di Kampung Poka Waiguruguru, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Sabtu (13/2/2021) malam.

Dari pertemuan itu, kedua belah pihak, yakni para korban pemilik rumah yang diserang dengan keluarga dari pelaku penyerangan bersepakat damai.

"Telah ada kesepakatan bersama untuk damai," ungkap Kasubbag Humas Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Izack Leatemia kepada TribunAmbon.com melalui pesan singkat, Minggu (13/2/2021) pagi.

Para korban setuju tidak melanjutkan proses hukum persoalan itu.

Namun segala kerusakan yang ditimbulkan akibat penyerangan itu akan diganti pihak keluarga pelaku penyerangan.

"Semua kerugian akan diganti rugi oleh pihak pelaku," ujar Leatemia.

Penyerangan masih rangkaian insiden keributan dan penganiayaan yang berjung kematian mahasiswa Unpatti, Husin Suat alias Sein Ratuanik (23 tahun), Kamis (12/2/2020) dini hari lalu.

Dugaan ini merujuk beredarnya screen shoot postingan di medsos, dari salah seorang netizen menggunakan nama belakang Suat.

Di postingan yang memuat foto almarhum Husin Suat dan Kakaknya, Pati Suat itu, tertulis agar polisi menuntaskan penyidikan kasus ini, termasuk menangkap satu buron, yang diduga pelaku utama.

Diketahui tiga bangunan yang diserang sekelompok pemuda bermotor adalah rumah tinggal, bengkel tambal ban, dan kedai depot minyak tanah.

Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan pada bagian dinding depan, jendela dan pintu.

Kejadian penyerangan yang terjadi sekitar pukul 17.45 Wit, Sabtu malam itu sempat terekam oleh pengendara sepeda motor.

Video berdurasi kurang dari 2 menit itu telah beredar luas di media sosial dan akun chat satu jam peristiwa.

Dalam rekaman video itu, tampak sekelompok pemuda menyerang dan merusak bagian rumah.

Saat kejadian juga sempat terdengar bunyi tembakan.

Sekitar satu jam usai kejadian, sekitar 50-an aparat Polri dan TNI tiba dilokasi kejadian.

Sekitar 50-an aparat keamanan dari Polri dan TNI, Sabtu (13/2/2021) pukul 20.30 WIT, siaga di kawasan Batu Koneng, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon.

Dari pantauan TribunAmbon.com, aparat dari Resmob Polresta Ambon dan Koramil Teluk Ambon ini siaga, setelah penyerangan tiga bangunan rumah semi permanen dan bengkel di sekitar Jembatan Waiguruguru, Kampung Poka, sekitar 2,3 km sebelah barat Jembatan Merah Putih, Ambon.

"Tadi pas habis Magrib ada 20-an motor cari anak muda dan lempar lalu rusak rumah," kata seorang pria warga Waiguru-guru, tetangga rumah yang diserang, kepada TribunAmbon.com.

Rumah yang diserang adalah bengkel, depot minyak tanah dan kediaman warga.

Dinding depan, jendela dan pintu dari papan rumah usaha itu rusak.

Batu dan benda padat masih berserakan di bagian dalam rumah.

Ibu Oda, dan Tiara, dua pemilik rumah yang diserang, pukul 21.30 WIT masih melapor ke Mapolresta Ambon, Waihaong.

Info yang dihimpun, insiden itu terjadi tiba-tiba, sekitar 10 menit.

Kelompok penyerang membawa balok, dan benda padat lain.

Tim penyidik reserse dan kriminal Kepolisian Resort Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease, sudah menahan 5 tersangka dan masih mengejar satu buron.

Penyerang menduga buron adalah warga sekitr 3 rumah yang diserang , di Jembatan Waiguruguru, Poka.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Izack Leatemia, juga mengkonfirmasikan satu pelaku utama masih buron dan dalam pengejaran.

Karena pertimbangan etik penyidikan, identitas dan alamat tersangka buron ini dirahasiakan.
Sementara kelima tersangka dan sudah ditahan itu berinisial IN, MOO, MKT, RK dan BM.

Disebut, tiga dari enam tersangka disebut masih dibawah umur.

Hukum positif Indonesia, mengkategorikan “di bawah umur” adalah mereka yang berusia 17 hingga 18 tahun.
Sejak Kamis (11/2/2021) pagi atau 3 jam usai kejadian, penyidik dari Polsek Teluk Ambon dan Polresta Ambon, menahan 9 pemuda yang diduga terlibat.

Karena pertimbangan etik dan penyidikan identitas pelaku, termasuk status domisili masih dirahasiakan.

Hingga tadi malam, kelima tersangka masih ditahan di sel terungku, Markas Polresta Ambon, Jl Sirimau Dr Latumenten No 10, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku.

Merujuk situs hukum online, Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi: ... (3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.

Halaman
Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Nur Thamsil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved