Breaking News:

Mahasiswa Unpatti Terbunuh di JMP

Ikatan Mahasiswa Wandan Desak Kapolda Maluku Profesional dan Adil dalam Pemeriksaan

Paguyuban mahasiswa dari gugus kepulauan Wandan dan Kei di Maluku Tenggara ini juga meminta polisi membuat dan menyebar sketsa wajah satu buron pelaku

Tribun Ambon/dok_ippmawan_blog
ILUSTRASI - Pelajar dan mahasiswa asal Kei, dan Wandan Maluku Tenggara di sebuah acara di Maluku, 2019 lalu. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com: Mesya Marasabessi

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Paguyuban pelajar dan mahasiswa asal Pulau Kei, Kabupaten Maluku Tenggara di Kota Ambon, mendesak Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Inspektur Jenderal Pol Refdi Andy menegakkan keadilan dan bekerja profesional dalam penyidikan kasus pembunuhan Husin Suat atau Sein Ratuanik (23), mahasiswa Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon, di Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, Kamis (11/2/2021) lalu.

Paguyuban mahasiswa dari gugus kepulauan Wandan dan Kei di Maluku Tenggara ini juga meminta polisi membuat dan menyebar sketsa wajah satu buron pelaku penganiayaan berujung maut.

Baca juga: 5 Tersangka Pembunuh Mahasiswa Unpatti di JMP Ambon Bisa Dihukum  Penjara 7 hingga 15 Tahun

Baca juga: Polisi dan TNI Teluk Ambon Siaga Usai Penyerangan 3 Rumah Warga Poka

Desakan ini dikemukakan pengurus Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Wandan (IPPMAWAN) kepada TribunAmbon.com, Minggu (14/2/2021) siang.

"Desakan ini, demi rasa keadilan dan merawat kerukunan di Maluku, dan kami tak ragukan profesionalisme Polri di Maluku," kata Ernawati Suarat, pengurus IPPMAWAN di Ambon melalui sambungan telepon, siang tadi.

Di akun media sosial di Ambon, sejak Sabtu (13/2/2021), surat terbuka  juga beredar surat terbuka untuk kapolda, ditulis Sabtu (13/2/2021). 

Tiga poin tuntutan mahasiswa ke kapolda itu antara lain;

  1. 1) Perintahkan kepada Semua bawahan agar 1x24 Jam Pelaku Penikaman Sudah Harus di Tangkap Oleh Pihak Kepolisian setelah surat ini di posting di Media sosial..
  2. 2.kami meminta kepada Bapak Kapolda untuk membentuk unit khusus perburuhan di kepolisian demi terwujudnya penegakan hukum yang adil dan tidak berpihak.
  3. 3) Agar situasi Kamtibmas tetap terawat dan terjaga maka Pelaku juga harus di Umumkan dan beri Sketsa Wajah ketika sudah tangkap, sehingga tidak menimbulkan keraguan Atas kinerja kinerja Aparat kepolisian yang sudah bekerja keras untuk menangkap pelaku.

Desakan ini bersamaan dengan pengumuman lima tersangka kasus penganiayaan oleh Mapolresta Ambon dan Pulau Lease, Sabtu (13/2/2021).

Sebelumnya, Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Kepolisian Resort Kota Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Inspektur Polisi Dua (Ipda) Izack Leatemia, juga mengkonfirmasikan satu pelaku utama masih buron dan dalam pengejaran.

Karena pertimbangan etik penyidik, identitas dan alamat tersangka buron ini masih dirahasiakan.

Sementara kelima tersangka dan sudah ditahan itu berinisial IN, MOO, MKT, RK dan BM.

Disebut, tiga dari enam tersangka disebut masih dibawah umur.

Hukum positif Indonesia, mengkategorikan “di bawah umur” adalah mereka yang berusia 17 hingga 18 tahun.
Sejak Kamis (11/2/2021) pagi atau 3 jam usai kejadian, penyidik dari Polsek Teluk Ambon dan Polresta Ambon, menahan sembilan pemuda yang diduga terlibat.

Karena pertimbangan etik dan penyidikan identitas pelaku, termasuk status domisili masih dirahasiakan.

Hingga tadi malam, kelima tersangka masih ditahan di sel Markas Polresta Ambon, Jl Sirimau Dr Latumenten No 10, Kelurahan Waihaong, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Maluku.

Merujuk situs hukum online, Pasal 351 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (“KUHP”) yang berbunyi: ... (3) Jika mengakibatkan mati, diancam dengan pidana penjara paling lama tujuh tahun. (4) Dengan penganiayaan disamakan sengaja merusak kesehatan.

Di saat yang juga bersamaan sekitar pukul 19.30 WIT, terjadi aksi penyerangan di kampung Waiguruguru, Poka,

Ini adalah rangkaian insiden keributan dan penganiayaan yang berjung kematian mahasiswa Unpatti, Husin Suat alias Sein Ratuanik (23 tahun), Kamis (12/2/2020) dini hari lalu.

Dugaan ini merujuk beredarnya screen shoot postingan di medsos, dari salah seorang netizen menggunakan nama belakang Suat.

Di postingan yang memuat foto almarhum Husin Suat dan Kakaknya, Pati Suat itu, tertulis agar polisi menuntaskan penyidikan kasus ini, termasuk menangkap satu buron, yang diduga pelaku utama.

Baca juga: 3 Rumah yang Diserang di Batukoneng-Poka Tak Jauh dari Lokasi Perkelahian Sein

Diketahui tiga bangunan yang diserang sekelompok pemuda bermotor adalah rumah tinggal, bengkel tambal ban, dan kedai depot minyak tanah.

Sebagian besar bangunan mengalami kerusakan pada bagian dinding depan, jendela dan pintu.

Kejadian penyerangan yang terjadi sekitar pukul 17.45 Wit, Sabtu malam itu sempat terekam oleh pengendara sepeda motor.

Video berdurasi kurang dari 2 menit itu telah beredar luas di media sosial dan akun chat satu jam peristiwa.

Dalam rekaman video itu, tampak sekelompok pemuda menyerang dan merusak bagian rumah.

Saat kejadian juga sempat terdengar bunyi tembakan.

Sekitar satu jam usai kejadian, sekitar 50-an aparat Polri dan TNI tiba di lokasi kejadian. (*)

Mulai dari
1.1.
Halaman
Penulis: Mesya Marasabessy
Editor: Nur Thamsil Thahir
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved