Kamis, 9 April 2026

SBT Hari Ini

Perdana dalam Sejarah, Warga Kampung Birit SBT Gelar Sholat Jumat Berjamaah

Warga Kampung Birit, Kecamatan Siritaun Wida Timur, SBT, kalinya melaksanakan Sholat Jumat berjamaah di Mushola Abdul Ghafur.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/: Istimewa
SOLAT JUMAT - Warga Kampung Birit, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), berfoto bersama usai pelaksanaan Sholat Jumat perdana di Musholah Abdul Ghafur, Jumat (6/3/2026). Sholat Jumat tersebut menjadi yang pertama kali digelar di dusun terpencil tersebut sejak musholah berdiri. 
Ringkasan Berita:
  • Warga Kampung Birit, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, untuk pertama kalinya melaksanakan Sholat Jumat berjamaah di Mushola Abdul Ghafur.
  • Selama ini ibadah berjamaah belum berjalan rutin karena keterbatasan pembinaan keagamaan dan tenaga pembina.
  • KUA setempat akan melakukan pembinaan melalui pengajian rutin, pembentukan majelis taklim, serta mendorong pendidikan RA dan MI bagi masyarakat.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Sebuah dusun terpencil di Kabupaten Seram Bagian Timur akhirnya mencatat sejarah baru dalam kehidupan keagamaannya. 

Untuk pertama kalinya, masyarakat Kampung Birit, Kecamatan Siritaun Wida Timur, menggelar Sholat Jumat berjamaah di Mushola Abdul Ghafur.

Pelaksanaan Sholat Jumat perdana ini menjadi momentum penting bagi masyarakat setempat. 

Baca juga: 300 Siswa SMA Negeri 1 Ambon Ikut Skrining Pendengaran Dalam Rangka World Hearing Day 2026

Baca juga: Kabar Baik! Layanan Rekam-Cetak KTP-el Resmi Beroperasi di Kecamatan Banda

Selama ini, meski mushola telah lama berdiri dan menjadi simbol keberadaan umat Islam di kampung tersebut, kegiatan ibadah berjamaah belum berjalan secara rutin.

Kondisi tersebut dipengaruhi keterbatasan pembinaan keagamaan serta minimnya tenaga pembina yang mendampingi masyarakat dalam menjalankan aktivitas ibadah.

Kepala Urusan Agama Kecamatan Siritaun Wida Timur, Hasanudin Rumatiga, mengatakan pihaknya mengambil inisiatif melakukan pembinaan langsung kepada masyarakat sebagai bagian dari penguatan syiar Islam di wilayah terpencil.

“Ini menjadi langkah awal untuk membangun kehidupan keagamaan masyarakat agar lebih aktif dan terarah,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (6/3/2026).

Sementara itu, Koordinator Penyuluh Agama Islam, Udin Rumbati, menjelaskan bahwa program pembinaan akan mencakup pengajian rutin, pembelajaran dasar-dasar keislaman, serta pembentukan kelompok Majelis Taklim bagi kaum perempuan.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya melaksanakan ibadah, tetapi juga memahami ajaran Islam dengan baik dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.

Selain pembinaan keagamaan, pihak KUA juga berkomitmen mendorong peningkatan pendidikan masyarakat dengan menghadirkan kelas Raudhatul Athfal (RA) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) di wilayah tersebut.

Langkah ini diharapkan dapat mendukung pendidikan anak-anak di Kampung Birit agar berkembang seiring dengan pembinaan keagamaan masyarakat setempat. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved