Minggu, 26 April 2026

SMA Negeri 1 Ambon

300 Siswa SMA Negeri 1 Ambon Ikut Skrining Pendengaran Dalam Rangka World Hearing Day 2026

Pemeriksaan ini dimulai dari pukul 09.00-11.00 WIT, dan melibatkan siswa kelas 11 dan 12, berlangsung di ruang aula sekolah pada Jumat (6/2/2026). 

Penulis: Novanda Halirat | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/Novanda Halirat
SKRINING PENDENGARAN- Potret para siswa yang sedang melakukan skrining pendengaran bersama para dokter THT dalam rangka memperingati World Hearing Day atau Hari Pendengaran Sedunia pada (3/3/2026) lalu, pemeriksaan berlangsung di aula SMA Negeri 1 Ambon, Kota Ambon, Maluku, Jumat (6/3/2026) 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON,TRIBUNAMBON.COM - Sebanyak 300 siswa SMA Negeri 1 Ambon mengikuti kegiatan skrining pendengaran dalam rangka memperingati World Hearing Day atau Hari Pendengaran Sedunia 2026. 

Pemeriksaan ini dimulai dari pukul 09.00-11.00 WIT, dan melibatkan siswa kelas 11 dan 12, berlangsung di ruang aula sekolah pada Jumat (6/2/2026). 

Kegiatan ini berlangsung selama dua hari dengan metode skrining dan sosialisasi. 

Peringatan hari pendengaran di SMA Negeri 1 Ambon, melibatkan 20 dokter Telinga Hidung dan Tenggorokan (THT).

Pantuan TribunAmbon, nampak para siswa yang menggunakan kostum sekolah berwarna putih mengantri untuk pengecekan. 

Selain itu, para dokter duduk di tempat yang sudah disediakan masing-masing sembari menunggu kedatangan siswa. 

Para siswa dalam proses skrining, terlihat mereka menggunakan headset bertali yang disiapkan untuk mendengar suara dari laptop dokter. 

Baca juga: Kabar Baik! Layanan Rekam-Cetak KTP-el Resmi Beroperasi di Kecamatan Banda

Baca juga: Safari Ramadan di Banda, Siswa Berprestasi Terima Beasiswa dari Pemda Malteng

Skrining ini dilakukan untuk mengecek sekaligus memberikan pengetahuan terkait penggunaan headset pada siswa. 

Kepala Sekolah SMAN 1 Ambon, Dra. E. Laturiuw, M.Si, mengatakan program ini akan menjadi edukasi yang harus diterapkan sekolah untuk menjaga kesehatan para siswa di sekolah. 

Lebih lanjut, dijelaskannya kondisi saat ini headset selalu digunakan pada anak muda dengan volume yang tinggi. 

"Edukasi ini harus diberikan kepada siswa yang saya lihat sangat rutin menggunakan headset apalagi saat olahraga, mendengarkan musik dan lainnya," ujarnya saat di wawancarai TribunAmbon.com, di ruang kerjanya. 

Laturiuw melihat ini tak hanya penggunaan di kalangan anak muda, tetapi orang tua juga harus memperhatikan kondisi tersebut. 

Dirinya berharap kegiatan seperti itu dapat menjadi edukasi bagi seluruh warga sekolah dan kedepannya dapat dilakukan secara berkala khususnya di kalangan sekolah.

Sementara itu, Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis THT-KL (PERHATI) Cabang Maluku, Dr.dr. Rodrigo Limmon, mengatakan kegiatan skrining yang menyasar sekolah ini karna penggunaan headset di kalangan siswa sangat tinggi. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved