Nasib Negeri Samasuru
Negeri Samasuru 14 Tahun Tanpa Kepastian, Pemerintah Maluku Diminta Tuntaskan Sengketa Wilayah
Masyarakat Negeri Samasuru membutuhkan kepastian hukum, pengakuan identitas, serta akses penuh terhadap hak-hak sebagai warga negara.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Tanita Pattiasina
Jenderal Louis
NEGERI SAMASURU - Pengacara berdarah Samasuru, Lukas Waileruny angkat bicara soal polemik tapal batas tak berkesudahan antara Kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Kamis (17/4/2025).
Menurutnya, kondisi saat ini adalah momentum emas untuk menyelesaikan tragedi administrasi yang telah mengorbankan satu generasi.
Ia meminta agar Pemprov Maluku tidak hanya mahir beretorika, namun gagal dalam implementasi.
Waileruny menyebut masyarakat Samasuru sudah terlalu muak dengan janji-janji kosong.
Yang mereka butuhkan adalah kepastian hukum, pengakuan identitas, serta akses penuh terhadap hak-hak sebagai warga negara.
“Jangan biarkan 14 tahun penantian berujung pada kekecewaan yang mendalam. Negeri Samasuru menagih janji, bukan obral janji!” pungkasnya.
Berita Terkait
Baca Juga
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.