Cerita Fredy Fernando Loumaly, Rela Jalan Kaki 11 Jam Demi Mengajar Siswa di Pegunungan Seram Utara
Fredy adalah Kepala SD Negeri 355 Maluku Tengah, sebuah sekolah yang baru mengantongi izin operasional pada Desember 2024 lalu.
|
Penulis: Silmi Sirati Suailo | Editor: Tanita Pattiasina
Ist
PENDIDIKAN DI MALTENG - Kepala SD Negeri 355 Maluku Tengah, Fredy Fernando Loumaly bersama siswa foto bersama masyarakat, gambar diterima, Kamis (10/4/2025)
Kisah Fredy dan anak-anak di Desa Hatuolo menggambarkan realitas pendidikan di sejumlah daerah terpencil Indonesia.
Di saat sebagian anak-anak menikmati fasilitas pendidikan berbasis teknologi, tak sedikit yang masih harus bertarung melawan keterbatasan.
Namun di tengah keterbatasan itu, semangat tak pernah padam.
Anak-anak tetap datang belajar dengan pakaian seadanya, duduk di lantai, dan menulis di atas meja kayu sederhana.
Mereka ingin pintar. Mereka ingin masa depan yang lebih baik.
“Saya ingin anak-anak di sini punya kesempatan yang sama. Mereka tidak kalah cerdas, hanya tempat mereka jauh,” kata Fredy.
Berita Terkait
Baca Juga
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.