SBT Hari Ini

Lampu Penerangan Jalan Umum di Gumumae Rusak, Warga: Sudah Dari Dulu Begini

Kerusakan itu menyusul puluhan lampu yang terpajang dikedua sisi jalan itu sudah tak layak digunakan.

Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Haliyudin Ulima
LAMPU JALAN - Salah satu lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) di kawasan Pantai Gumumae Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) tampak rusak, Jumat (14/3/2025). 

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima 

BULA, TRIBUNAMBON.COM - Lampu Penerangan Jalan Umum (PJU) dikawasan pantai Gumumae, Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) rusak.

Kerusakan itu menyusul puluhan lampu yang terpajang dikedua sisi jalan itu sudah tak layak digunakan.

Pantauan Tribunambon.com di lokasi, terdapat sebanyak 65 PJU  berdiri di sepanjang kawasan itu.

Terhitung mulai dari gapura selamat datang sampai gapura masuk pesisir pantai.

Namun, tak satupun dari puluhan lampu-lampu itu bisa berfungsi dengan baik. 

Jalan sepanjang 1,5 kilo meter jika diukur menggunakan Google Maps itu tampak gelap saat malam hari.

Rusdi Sidi (36) salah satu pengendara roda dua mengakui, kerusakan itu telah berlangsung lama namun tak kunjung diperhatikan.

Baca juga: Kepala Desa Watkidat di Malra Diadukan ke Ditreskrimsus Polda Maluku atas Dugaan Korupsi

Baca juga: Sejumlah Warga Ambon Hadiri Program Wali Kota Jumpa Rakyat, Ini Yang Dikeluhkan

"Ini sudah dari dulu bagini, lampu-lampu ini seng (tidak) pernah dapat ganti lai sampai rusak ini," ujarnya saat diwawancarai Tribunambon.com, Jumat (14/3/2025).

Lebih lanjut diakuinya, lampu-lampu tersebut mengalami kerusakan yang cukup parah, sebab lampu sampah dengan tiangnya rusak total.

"Tian sampe sudah terlelap begini, ada lampu-lampu yang sampai pica di lau sana, jadi sudah harus bikin baru ganti ini, kalau mau perbaiki seng (tidak) bisa lagi," jelasnya.

Selain kekurangan lampu PJU, Rusdi menyebut akses jalan hingga pengelolaan tempat wisata itu juga tak terurus.

"Lampu (seng) menyala, jalan rusak dan pengelola juga sama saja, padahal setiap masuk itu bayar per kepala Rp 7.000, tapi fasilitasi seng (tidak) memadai," tutupnya.(*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved