Ambon Hari Ini
Sejumlah Warga Ambon Hadiri Program Wali Kota Jumpa Rakyat, Ini Yang Dikeluhkan
Sejumlah warga menyampaikan berbagai keluhan dalam program perdana Wali Kota Jumpa Rakyat, Jumat (14/3/2025).
Penulis: Mesya Marasabessy | Editor: Tanita Pattiasina
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Sejumlah warga datangi Kantor Balai Kota Ambon untuk menghadiri program perdana Wali Kota Jumpa Rakyat, Jumat (14/3/2025).
Kedatangan mereka dengan menyampaikan berbagai keluhan yang dirasakan baik secara pribadi maupun atas kepentingan umum.
Diantaranya soal keterbatasan alat pengangkut sampah di area kompleks maupun gang tempat tinggal warga.
Kemudian keluhan terkait keberadaan pedagang di depan kawasan Hotel Amans yang berjualan hingga memakan jalur trotoar untuk pengguna jalan kaki.
Soal ketersediaan air bersih, parkir liar, penerangan jalan umum, dan lainnya.
Baca juga: Waspada MinyaKita Palsu, Ini Cara Bedakan dengan yang Asli, Jangan Sampai Kena Tipu!
Baca juga: Kapal Perbaikan SKKL Namlea Berlayar Menuju Lokasi Gangguan, Telkom Berupaya Maksimal tuk Pemulihan
Menanggapi berbagai keluhan itu, Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena mengaku ini sebagai respon yang luar biasa dari masyarakat lewat program Wali Kota Jumpa Rakyat.
Untuk itu, beberapa keluhan diantaranya ada yang langsung ditindaklanjuti dan apa pula ada yang masuk ke tahapan koordinasi dengan dinas teknis.
“Ini Respon yang luar biasa dari masyarakat. Ini karena kita melanjutkan program dari yang sebelumnya sudah ada dan ini menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai hal,” kata Wattimena kepada wartawan.
Wattimena menambahkan, saat kampanye lalu, ada 107 titik lokasi yang didatangi.
Itu belum mencakup seluruh wilayah yang ada di Kota Ambon.
Sehingga belum menjangkau untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat.
Untuk itu, dia berharap masyarakat bisa lebih antusias mengikuti program ini agar pihaknya bisa mengetahui keluhan apa yang sedang dialami masyarakat.
“Saya dan ibu Ely berkampanye di 107 titik di Kota Ambon itupun belum semua wilayah yang kita jangkau untuk mengetahui apa yang menjadi kebutuhan masyarakat. Antusias masyarakat juga begitu baik,” tandasnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.