Ujian Sekolah

Terkendala Jaringan Internet, 107 Siswa SMA Negeri 6 Ambon Gunakan Pensil Kertas tuk Ujian Sekolah

Terkendala jaringan internet yang tak stabil, mereka terpaksa menggunakan pensil dan kertas untuk mengerjakan soal-soal ujian.

Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
TribunAmbon.com/ Jenderal Louis
UJIAN SEKOLAH - Suasana ujian sekolah di SMA Negeri 6 Ambon, Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Rabu (12/3/2025). Lantaran terkendala jaringan internet, 107 siswa mengikuti ujian menggunakan pensil dan kertas. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Di tengah era digital yang serba cepat, 107 siswa SMA Negeri 6 Ambon harus menghadapi tantangan dalam mengikuti ujian sekolah.

Terkendala jaringan internet yang tak stabil, mereka terpaksa menggunakan pensil dan kertas untuk mengerjakan soal-soal ujian.

Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Ambon, Wempi Mapussa, menjelaskan bahwa ujian sekolah yang berlangsung sejak Senin lalu, berjalan lancar.

"Pelaksanaan ujian hari ini sudah dimulai dari hari Senin, dan hari ini merupakan hari ketiga. Pada prinsipnya, pelaksanaan ujian ini berjalan lancar, aman, tidak ada masalah," ungkapnya kepada awak media, Rabu (12/3/2025).

Ia mengaku dalam pelaksanaan ujian ada beberapa siswa yang telat hadir saat apel pagi lantaran akses transportasi yang sulit dan jarak yang cukuk jauh dari tempat tinggal mereka.

Baca juga: Gemah Demo Menolak PT. Waragonda, Pemda Diminta Evaluasi DLH

Baca juga: Daftar Harga Emas Hari Ini Rabu, 12 Maret 2025: Alami Kenaikan Sebesar Rp 23.000

"Hanya masalah terlambat satu dua orang, itu rata-rata pada umumnya anak-anak yang tinggal di kawasan Mercusuar dan Seri. Tetapi itu tidak mengapa, karena hanya terlambat pada saat apel, tapi tidak pernah terlambat saat akan masuk dalam ruang ujian," tuturnya.

Namun, tantangan sebenarnya muncul dari kondisi geografis sekolah yang terletak di balik bukit. Hal itu membuat koneksi internet kerap terjadi.

Padahal sarana komputer cukup memadai, namun Wempi tak ingin kendala internet nantinya menganggu konsentrasi siswa saat mengerjakan soal ujian.

"Kita ujian menggunakan sistem pensil kertas. Tetapi disadari sungguh bahwa letak geografis sekolah ini yang mungkin di balik bukit itu berada, bukan berarti kita punya sarana tidak memadai, tapi kita menjaga kelancaran daripada ujian ini sehingga anak juga tidak terganggu cuma untuk berpikir mencari jaringan," jelasnya.

Kondisi ini, menurutnya, memerlukan perhatian khusus dari pihak-pihak terkait. 

Pasalnya, keberadaan sekolah dibalik bukit perlu ditunjang dengan penambahan Stasiun Pancar-Terima Dasar (bahasa Inggris: Base Transceiver Station, BTS)

"Karena ini adalah generasi-generasi muda calon generasi emas yang 2045 ada di sini. Kalau seandainya cuma hal ini karena kepentingan bisnis saja lalu ini diabaikan, sayang dong. Bayangkan saja kalau di dalam kota Ambon saja tidak mendapat informasi yang sama dengan sekolah-sekolah lain misalnya seperti itu," tegasnya.

Meski demikian, semangat para siswa tidak padam. Mereka tetap serius mengerjakan soal-soal ujian dengan pengawasan silang dari guru-guru SMA Kartika dan SMA Negeri 12 Ambon. 

"Terima kasih juga untuk MKKS sudah memboboti sistem pengawasan silang. Ini juga membuat anak itu serius menyelesaikan soal. Karena mereka tidak berhadapan dengan mereka punya guru, tapi mereka berhadapan dengan guru yang lain sehingga mereka juga serius," ungkap Wempi.

Halaman
12
Sumber: Tribun Ambon
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved