Rawan Konflik, Warga Minta Lampu Landmark Kota Langgur Dinyalakan

Terletak di wilayah rentan konflik, Warga minta Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) nyalakan lampu landmark Kota Langgur.

TribunAmbon.com/ Megarivera Renyaan
Warga keluhkan padamnya lampu di Landmark Kota Langgur. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Megarivera Renyaan

LANGGUR, TRIBUNAMBON.COM - Terletak di wilayah rentan konflik, Warga minta Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) nyalakan lampu landmark Kota Langgur.

Pasalnya, lampu di kawasan yang dibangun Pemda Malra dengan anggaran 6.6 miliar tersebut sudah lebih dari satu pekan mati total.

"Kawasan ini berada di kawasan yang rentan terhadap gesekan konflik, kami minta lampunya segera dinyalakan," pinta Mina salah satu warga yang bermukim di kawasan tersebut saat diwawancarai TribunAmbon.com, Minggu (24/3/2024).

Menurutnya, beberapa waktu lalu sempat terjadi bentrokan di kawasan ini, untung saja pihak aparat keamanan sigap menyikapi.

"Letaknya kan di pusat kota depannya merupakan kawasan ohoijang sedangkan belakang merupakan kawasan Pemda, dimana rentan gesekan gangguan Kamtibmas," ungkapnya.

Melihat pemandangan gelap kata dia, sangat menakutkan dan membuat takut.

Bahkan lanjutnya, karena gelap, pasangan muda-mudi sempat kepergok hendak pacaran di kawasan tersebut.

"Imbas dari mati lampu, hampir saja tertangkap sepasang muda mudi yang yang hendak pacaran, kami minta pihak terkait pulihkan penerangan di sini lah," pungkasnya.

Untuk diketahui, desas-desus mengenai matinya lampu semakin santer terjadi, bahkan warga menyatakan bahwa kawasan ini sementara dikuasai preman yang tidak puas akan pembagian pembayaran keamanan, Pemda pun tidak dapat berbuat banyak. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved