Dugaan Kekerasan Seksual
Korban Pelecehan oleh Terduga Bupati Thaher Hanubun Harap Kasusnya Tak Disangkut Paut Politik
Hal itu mengingat terduga pelaku adalah pejabat publik; Bupati Maluku Tenggara, Thaher Hanubun
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Pendamping korban, Othe Patty saat dikonfirmasi TribunAmbon.com membenarkan pelaporan tersebut.
Katanya, lokasi kejadian di kediaman bupati yang lokasinya persis berdampingan dengan kafe.
"Iya benar laporan itu, informasinya pun sudah beredar," ujarnya melalui panggilan WhatsAp, Sabtu (2/9/2023).
"Iya itu berdasarkan informasi dari korban dalam laporan tersebut.
Jadi apa yang tertulis itulah pernyataan yang dikeluarkan oleh korban dalam keterangannya," lanjutnya.
Berdasarkan informasi dari ruang pemeriksaan SPKT Polda Maluku, awal kejadian pada Bulan April, korban dipanggil dan diminta untuk memijat terduga di kamar.
Kemudian, korban malah dipegang pada beberapa bagian tubuh hingga memaksakan diri kepada korban hingga terjadi pelecehan.
Selanjutnya, akhir Agustus terduga kembali meminta hal serupa, namun korban menolak.
Penolakan itu berujung pemecatan dirinya sebagai karyawan kafe.
Diketahui, bupati Thaher Hanubun akan mengakhiri masa jabatannya pada 31 Oktober 2023 mendatang.
Bupati Maluku Tenggara Thaher Hanubun yang dikonfirmasi TribunAmbon.com terkait pelaporan tersebut belum memberikan jawaban.(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.