Kamis, 7 Mei 2026

Maluku Terkini

Pria yang Sampaikan Ancaman di Kantor Gubernur Maluku, Akhirnya Minta Maaf Secara Terbuka

Kemunculan dia bukan tampa alasan melainkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa
PREMAN - Tangkapan layar pria yang diduga preman saat menyampaikan ancaman di depan kantor Gubernur Maluku, akhirnya meminta maaf secara terbuka. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Usai menuai kecaman dari berbagai pihak, salah satu pria yang sempat menyampaikan pernyataan bernada ancaman di Pelataran Kantor Gubernur Maluku, akhirnya muncul ke publik.

Kemunculan dia bukan tampa alasan melainkan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

Permintaan maaf itu menyusul viralnya video berdurasi 35 detik yang direkam pada Sabtu (30/8/2025). 

Baca juga: Aksi Nyata Komunitas Motor CBR Ambon: Hapus Stigma Rawat Harapan Penderita Kusta

Baca juga: Safari Kamtibmas: Kapolda Maluku Ajak Umat Katolik Wujudkan Perdamaian di Bumi Raja-raja

Dalam video tersebut memperlihatkan sekelompok yang diduga preman mendatangi area kantor Gubernur.

Salah satu pria dewasa yang saat itu, sempat mengeluarkan pernyataan bernada ancaman.

Ancaman yang dikemukakan menyoal rencana pelantikan pejabat eselon III dan IV.

Dengan pernyataan divideo berdurasi 35 detik itu: 

"Pokoknya katong tar ada urusan, cuma dua, kalau tidak rumah sakit atau kantor polisi. Seng ada yang katong mundur-mundur, seng seratus orang katong seng mundur-mundur. Kalau sampe pelantikan tidak koordinasi dengan wagub, katong siap, hancur bakar. Katong su siap, mau apapun katong su siap. Jang uji mental deng katong, katong su siap. Seng ada mundur-mundur, seng di rumah sakit, kantor polisi,” 

Pernyataan tersebut menuai reaksi negatif dari masyarakat luas.

Bahkan ada yang menilai tidak menjunjung tinggi musyawarah dan kedamaian.

Merespon situasi yang semakin memanas, pria yang bersangkutan akhirnya tampil dalam sebuah klarifikasinya. 

Dengan nada pelan, ia menyampaikan penyesalan dan meminta maaf kepada Masyarakat Malaku.

“Mengucapkan permohonan maaf atas video yang beredar tadi di depan kantor gubernur secara spontan yang tidak ada maksud apa-apa. sekali lagi beta minta maaf seluruh masyarakat maluku karena video itu sudah beredar luas dan buat keresahan masyarakat Maluku, mungkin itu saja dari beta, terima kasih,” ucapnya dalam video yang berdurasi 35 detik itu. 

Sebelumnya beredar video dugaan preman itu, kabar keretakan hubungan Wakil Gubernmur Maluku Abdullah Vanath dengan Hendrik Lewerissa selaku gubernur santer beredar.

Abdullah Vanath secara terbuka sempat menyindir soal nama yang mengisi posisi jabatan strategis birokrasi pemerintah Provinsi Maluku. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved