Minggu, 31 Mei 2026

Maluku Hari ini

BPS Ungkap Arus Migrasi di Maluku, Ambon Jadi Magnet Pendatang tapi Banyak Warga Keluar

BPS Maluku mencatat sekitar 6 dari 100 penduduk Maluku merupakan migran seumur hidup, dengan Kota Ambon menjadi daerah tujuan migrasi tertinggi.

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/ISTIMEWEA
PENDUDUK MIGRASI - Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, dalam menjelaskan persentase migrasi risen neto antar kabupaten/kota Provinsi Maluku Hasil SUPAS 2025. 

Ringkasan Berita:
  • BPS Maluku mencatat sekitar 6 dari 100 penduduk Maluku merupakan migran seumur hidup, dengan Kota Ambon menjadi daerah tujuan migrasi tertinggi.
  •  Maluku Tenggara tercatat sebagai daerah pengirim migran terbesar dengan migrasi keluar 29,17 persen, sementara Ambon juga mencatat migrasi keluar tertinggi.
  • Dalam lima tahun terakhir, Maluku Tengah menjadi tujuan migrasi paling menarik dengan migrasi neto tertinggi sebesar 3,23 persen, sedangkan Ambon mencatat migrasi neto terendah..

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat mobilitas penduduk antar daerah di Maluku masih cukup tinggi berdasarkan Hasil Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025. 

Kepala BPS Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menyampaikan hasil survei menunjukkan sekitar 6 dari setiap 100 penduduk Maluku merupakan migran seumur hidup. 

Migrasi seumur hidup didefinisikan sebagai perbedaan antara provinsi tempat tinggal saat survei dan provinsi tempat lahir. 

Baca juga: Nenek 67 Tahun di Ambon Ditipu Ratusan Juta Sejak 2022, Jefri Melsasail Dipolisikan

Baca juga: Pokdarwis Resmi Kelola Tanusang Geser, Pemkab SBT Siapkan Program Penguatan Wisata

Ia menjelaskan, tempat tinggal saat survei mengacu pada tempat seseorang biasanya tinggal, yakni sudah menetap selama satu tahun atau lebih, atau kurang dari satu tahun tetapi memiliki niat untuk menetap. 

Berdasarkan hasil SUPAS 2025, Ambon menjadi daerah dengan persentase migrasi masuk seumur hidup tertinggi di Maluku, yakni mencapai 28,66 persen. 

Posisi berikutnya ditempati Tual dengan migrasi masuk sebesar 19,42 persen dan Buru sebesar 18,71 persen.

“Angka ini menunjukkan bahwa wilayah-wilayah tersebut memiliki daya tarik yang cukup kuat sebagai tujuan perpindahan penduduk dalam jangka panjang,” kata Maritje dalam rilisnya yang diluncurkan BPS Maluku.

Sementara itu, daerah yang tercatat sebagai pengirim migran terbesar adalah Maluku Tenggara dengan migrasi keluar mencapai 29,17 persen, disusul Kota Tual sebesar 23,73 persen. 

Fenomena menarik terlihat di Kota Ambon. Meski menjadi daerah tujuan migrasi utama, kota ini juga mencatat migrasi keluar yang sangat tinggi, yakni mencapai 44,18 persen. 

Menurut Maritje, kondisi tersebut menujukan Ambon tidak hanya berfungsi sebagai pusat penarik penduduk dari berbagai daerah, tetapi juga menjadi daerah asal bagi banyak penduduk yang kemudian berpindah ke wilayah lain. 

Di sisi lain, daerah dengan tingkat migrasi masuk relatif rendah antara lain ialah Kepulauan Tanimbar, Maluku Barat Daya, dan seram Bagian Timur.

Selain migrasi seumur hidup, SUPAS 2025 juga mencatat migrasi risen, yaitu perpindahan penduduk yang diukur berdasarkan perbandingan tempat tinggal saat survei dengan tempat tinggal lima tahun sebelumnya. 

“Hasil SUPAS 2025 menujukan sekitar 15 dari 1.000 penduduk Maluku usia lima tahun ke atas merupakan migran risen, atau penduduk yang lima tahun sebelumnya tinggal di luar Provinsi Maluku,” jelas Maritje. 

Dalam kategori migrasi risen, Kabupaten Maluku Tenggara mencatat persentase migrasi masuk tertinggi sebesar 5,33 persen dengan migrasi keluar 2,74 persen. 

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved