Breaking News:

Narkoba di Maluku

Hendak Konsumsi Sabu 0,10 Gram di Bawah JMP Ambon, Dua Sahabat Jalani Sidang Perdana

Keduanya didakwa lantaran kedapatan akan mengkonsumsi sabu seberat 0,10 gram di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, pada 12 Maret 2022

Penulis: Tanita Pattiasina | Editor: Fandi Wattimena
Grafis TribunAmbon.com, Juna Putuhena
Ilustrasi kasus narkoba. Hendak Konsumsi Sabu 0,10 Gram di Bawah JMP Ambon, Frando Bendah dan Etty Manduapessy jalani sidang 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Tanita Pattiasina

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Dua orang sahabat yakni Frando Bendah dan Etty Manduapessy jalani sidang perdana di Pengadilan Negeri Ambon, Senin (4/7/2022) atas kasus penyalahgunaan narkoba jenis sabu.

Keduanya didakwa lantaran kedapatan akan mengkonsumsi sabu seberat 0,10 gram di bawah Jembatan Merah Putih (JMP) Ambon, pada 12 Maret 2022 lalu sekitar pukul 21.20 WIT.

Jaksa Penuntut Umum (JPU), Isabela Ubleeuw mengatakan aparat Ditresnarkoba Polda Maluku ternyata telah mendapatkan informasi terkait keduanya yang sering mengkonsumsi narkoba.

"saat itu informen menginfomasikan hal tersebut kepada Tim Narkoba Polda Maluku sehingga setelah mendapatkan informasi yang lengkap tentang ciri-ciri dari pelaku sehingga saat itu juga Tim Langsung melakukan penyelidikan di tempat yang diinformasikan oleh informen di Hative Kecil," kata JPU saat persidangan yang dihadiri terdakwa dan penasehat hukum, Dino Huliselan.

Saat ditangkap, terdakwa Etty ternyata menyimpan sabut tersebut di pakaian dalamnya.

Baca juga: Gelombang Tinggi Capai 4 Meter Masih Terjadi, Kapal Tujuan MBD Dilarang Berlayar

Baca juga: Hak Sipil & Politik Belum Terpenuhi, Komnas HAM Maluku Dorong Pembuatan Perda Penyandang Disabilitas

"Saat di amankan ditemukan paket sabu di yang Etty Mandupessy simpan di celana dalamnya dan selain itu di temukan jugakorek merek Tokai dan juga 1 buah Obor (alat pembangkar sabu) dan 1 buah kaca pirek," lanjut JPU.

Setelah diinterogasi, keduanya mengaku mendapat sabu dari Saksi Bayu (Berkas Perkara terpisah)

"Berdasarkan hasil keterangan dari terdakwa Etty Mandupessy bahwa paket sabu tersebut rencananya akan di konsumsi bersama-sama dengan terdakwa," tambah JPU.

Kedua saksi membeli dari saksi Bayu seharga Rp 300 ribu.

Atas perbuatan para terdakwa didakwa pasal berlapis.

Yakni pasal 112, pasal 114 dan Pasal 127 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 jo pasal 55 ayat (1).

Usai mendengar dakwaan JPU, Majelis Hakim menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi-saksi.

Sumber: Tribun Ambon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved