Dosen Aniaya Mahasiswa
Keluarga Korban Kasus Penganiayaan Mahasiswa Unpatti Tolak Berdamai
Dia dan keluarganya tidak mentolelir dugaan tindak kekerasan yang dilakukan dosen berinisial OR itu.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Fandi Wattimena
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Dedy Azis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Keluarga korban dugaan penganiaayan oleh oknum dosen Universitas Pattimura (Unpatti) Ambon menolak berdamai.
Kepada TribunAmbon.com, ibu dari korban berinisial F menegaskan sikap penolakan itu.
Menurutnya, dia dan keluarganya tidak mentolelir dugaan tindak kekerasan yang dilakukan dosen berinisial OR itu.
"Mereka, sudah aniaya anak saya, masa saya harus berdamai, saya minta keadilan," ucap Hapsa, Senin, (5/7/2021) siang.
Lanjutnya, terduga pelaku melalui kerabatnya telah menemuinya dan mengajak untuk mediasi secara adat.
"Mereka sempat ajak saya untuk mediasi secara adat, tapi saya menolak," ujarnya.
Baca juga: Soal Kasus Dosen Sekap dan Aniaya Mahasiswi Unpatti, Ini Kata Madubun
Baca juga: Soal Dosen Aniaya Mahasiswa, Fisip Unpatti Akan Ambil Langkah Tegas
Apalagi ajakan mediasi itu tidak langsung diungkapkan dosen pengajar sosiologi keluarga itu.
"Waktu mediasi, OR CS tidak hadir, mediasi macam apa itu," kata Hapsa.
Oleh sebab itu, Hapsa tetap ingin melanjutkan permasalahan tersebut hingga ke meja hijau.
Saat dihubungi TribunAmbon.com, terduga pelaku belum memberikan konfirmasi apapun.
Sementara itu, menurut pihak kepolisian, Kasubbag Humas Polresta Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Izaac Leatemia proses hukum yang sedang berlangsung saat ini tengah dalam penyidikan Satreskrim Polresta Ambon.
"Saat ini masih dalam penyidikan Satreskrim ," tandasnya.(*)