Wartawan Diusir
Meski Sudah Minta Maaf, Ombudsman Desak Badan Kehormatan DPRD Proses Richard Rahakbauw
Kepala Ombudsman Maluku, Hasan Slamat menilai tindakan yang dilakukan RR terhadap jurnalis TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy melanggar etika.
Penulis: M Fahroni Slamet | Editor: Salama Picalouhata
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Ridwan Tuasamu
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketua Komisi III DPRD Maluku, Richard Rahakbauw telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada insan pers.
Namun, Ombudsman Maluku mendesak Badan Kehormatan (BK) DPR harus memproses anggota dewan itu.
Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Maluku, Hasan Slamat menilai tindakan yang dilakukan RR terhadap jurnalis TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy melanggar etika.
"Memang sudah minta maaf, tapi harus tetap diproses sesuai aturan," ujarnya kepada TribunAmbon.com, Senin (7/6/2021).
Dirinya menyebut, Badan Kehormatan harus tetap memanggil dan memproses anggota DPRD fraksi partai Golkar tersebut.
"Badan Kehormatan harus panggil dia, itu masalah etika," kata Slamat.
Baca juga: Rahakbauw Intimidasi Jurnalis, Ombudsman; Melarang Jurnalis Meliput Harusnya Tidak Terjadi Lagi
Baca juga: Demo Tolak Pemindahan Pasar Mardika ke Passo, Pedagang Ancam Akan Berjualan di Kantor Wali Kota
Dia mengatakan, kejadian itu bisa mencoreng nama DPRD Provinsi Maluku dimata masyarakat umum.
Dirinya menilai, Richard Rahakbauw telah melanggar pasal 8 UU Pers No 40/1999 bahwa jurnalis dalam pelaksanaan tugasnya dilindungi hukum.
Seperti diberitakan, Tindakan pemaksaan tersebut terjadi ditengah rapat pengawasan APBD/APBN tahun anggaran 2020 di lima Kabupaten/ Kota bersama 12 mitra komisinya.
Rahakbauw selaku pimpinan rapat dengan suara keras membentak jurnalis perempuan itu agar segera menghapus rekaman dari smart phone miliknya
"Siapa yang video? Hapus, hapus sekarang," teriak Rahakbauw dalam rapat, Jumat.
Anggota DPRD dari Fraksi Golkar itu kemudian memerintahkan staf DPRD untuk memeriksa smart phone serta menghapus rekaman tersebut.
"Hei, periksa Hp-nya apakah dia sudah hapus atau belum, cepat periksa," serunya.
Lantas, seorang staf yang berada di dalam ruangan rapat langsung mendatangi Mesya hendak menghapus rekaman video itu.