Breaking News:

Wartawan Diusir

PWI Malteng Sebut Sikap Anggota DPRD Richard Rahakbauw Cederai Kebebasan Pers di Maluku

Tindakan pemaksaan tersebut terjadi ditengah rapat pengawasan APBD/APBN tahun anggaran 2020 di lima Kabupaten/ Kota bersama 12 mitra komisinya.

Penulis: Lukman Mukadar | Editor: Salama Picalouhata
Lukman Mukaddar
Karateker Ketua PWI Maluku, Tengah Abdul Kayum Ely mengecam sikap Ketua dan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku karena telah membentak dan mendesak jurnalis TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy untuk menghapus rekaman video rapat komisi yang digelar terbuka. 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Lukman Mukaddar

TRIBUNAMBON.COM - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Maluku Tengah mengecam sikap Ketua dan Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Maluku karena telah membentak dan mendesak jurnalis TribunAmbon.com, Mesya Marasabessy untuk menghapus rekaman video rapat komisi yang digelar terbuka.

Keduanya yakni Richard Rahakbauw selaku Ketua Komisi III dan anggotanya Ayu Hindun Hasanusi yang dinilai telah mencederai kebebasan pers.

"Pengusiran dan menghapus video liputan jurnalis yang dilakukan dua anggota DPRD Maluku telah mencederai kebebasan pers di Maluku," kata Karateker Ketua PWI Maluku, Tengah Abdul Kayum Ely menyikapi aksi yang disebut telah menghalangi tugas jurnalis itu.

Menurutnya, sebagai pejabat publik mestinya mereka menghargai kedudukan pers sebagai pilar keempat. Apalagi, kerja pers dilindungi undang-undang.

Baca juga: Begini Kata Murad Ismail Saat DPRD Maluku Sampaikan Lima Poin Rekomendasi LKPJ Gubernur

Baca juga: Hapus Hasil Liputan Wartawan, LBH Pers Desak Badan Kehormatan DPRD Maluku Proses Richard Rahakbauw

"Sangat tidak dibenarkan jika pejabat publik menghalangi kerja-kerja Jurnalistik," jelas Ely.

Tindakan pemaksaan tersebut terjadi ditengah rapat pengawasan APBD/APBN tahun anggaran 2020 di lima Kabupaten/ Kota bersama 12 mitra komisinya.

Rahakbauw selaku pimpinan rapat dengan suara keras membentak jurnalis perempuan itu agar segera menghapus rekaman dari smart phone miliknya.

"Siapa yang video? Hapus, hapus sekarang," teriak Rahakbauw dalam rapat, Jumat.

Anggota DPRD dari Fraksi Golkar itu kemudian memerintahkan staf DPRD untuk memeriksa smart phone serta menghapus rekaman tersebut.

"Hei, periksa Hp-nya apakah dia sudah hapus atau belum, cepat periksa," serunya.

Lantas, seorang staf yang berada di dalam ruangan rapat langsung mendatangi Mesya hendak menghapus rekaman video itu.

Mesya yang terintimidasi kemudian menghapus rekaman video berisi pemaparan kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Maluku, Muhammad Marasabessy dihadapan wakil rakyat itu.

Mesya dan para jurnalis lainnya kemudian diusir keluar dari ruang rapat.

Mesya sendiri mengaku tidak mengetahui alasan dibalik sikap ketua komisi III itu. Pasalnya, rapat digelar terbuka dan para jurnalis diizinkan masuk.

Namun dijelaskan, sebelum dibentak, salah seorang Anggota Komisi III, Ayu Hasanusi sempat mendatanginya dan menanyakan perihal asal media.

Setelah itu, Hasanusi langsung memberi intrupsi untuk tidak meliput rapat yang telah berjalan tersebut.  (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved