Breaking News:

Wartawan Diusir

Batasi Jurnalis, IJTI Maluku Menduga RR & AH Sembunyikan Sesuatu Dari Publik

Dia pun menduga, ada hal yang sengaja disembunyikan dari pengetahuan publik oleh Komisi III DPRD Maluku.

Batasi Jurnalis, IJTI Maluku Menduga RR & AH Sembunyikan Sesuatu Dari Publik
Courtesy / IJTI Maluku
Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Maluku.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Fandi Wattimena

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengurus Daerah (Pengda) Maluku mempertanyakan alasan pembatasan akses Jurnalis dalam meliput rapat pengawasan APBD/APBN tahun anggaran 2020 yang menghadirkan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Muhammad Marasabessy, Jumat (4/6/2021) kemarin.

Hal itu diungkapkan Ketua Divisi Advokasi & Humas IJTI Pengda Maluku, Jaya Barends.

Dia pun menduga, ada hal yang sengaja disembunyikan dari pengetahuan publik oleh Komisi III DPRD Maluku.

Diketahui, saat ini PUPR menjadi sorotan publik menyusul projek Trotoar City of Music dan Drainase senilai Rp 700 Miliar.

“Yang jadi pertanyaan, kenapa akses dibatasi, padahal itu berbicara tentang kepentingan publik,” kata Jurnalis Rajawali TV itu, Sabtu (5/6/2021) siang.

Baca juga: PWI Malteng Sebut Sikap Anggota DPRD Richard Rahakbauw Cederai Kebebasan Pers di Maluku

Menurutnya, rapat yang digelar terbuka harus diakses oleh publik, karena segala pembahasan diperuntukan untuk kepentingan masyarakat.

Kehadiran media pun bukan atas dasar kepentingan pribadi, melainkan untuk kepentingan informasi publik sesuai amanat Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999.

“Alasan kuat apa kenapa rapat itu dibatasi?,” imbuhnya.

Lanjutnya, menjadi langkah maju DPRD menggelar rapat secara terbuka agar kinerja kedinasan bisa menjadi pengetahuan bagi masyarakat sekaligus membuka ruang pengawasan akan kinerja.

Halaman
12
Penulis: Fandi Wattimena
Editor: Adjeng Hatalea
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved