5 Fakta Demo Tolak AMDAL Ala Masyarakat Adat Maluku Barat Daya, Atribut sampai Poster
Berikut hal-hal menarik dan unik dilakukan masyarakat adat MBD ketika demo tolak AMDAL did epan Kantor Gubrnur Maluku
Cara gemas ini juga disampaikan dalam orasi salah satu orator.
Dia berorasi, menanyakan keberadaan Gubernur Maluku, Murad Ismail dan Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno.
Kedua sosok ini kemudian disebut sebagai ‘Ayah dan Ibu’.
Orator itu melanjutkan, jika sudah menjadi keluarga kenapa tidak bertegur sapa ketika hendak makan.
Para pengendara yang melintasi lokasi aksi langsung menepi sesaat untuk mengambil gambar tulisan-tulisan itu.
5. Massa Tak Terduga
Dari puluhan massa yang tergabung dalam aksi menolak AMDAL Blok Masela, ada massa lain yang turut turun ke jalan menyuarakan aspirasi masyarakat MBD.
Mereka merupakan masyarakat adat MBD yang tinggal di Kota Ambon.
Ditemui TribunAmbon.com di lapangan, seorang pria paruh baya mengatakan tidak mengetahui agenda aksi tersebut.
Dia mengaku, hanya kebetulan melintasi lokasi demo dan mendengar teriakan ‘Kalwedo’ – sebuah slogan yang sering diucapkan masyarakat MBD ketika menyapa atau menyemangati orang.
“Saya sebagai masyarakat MBD mendukung penuh aksi ini. Saya percaya, apa yang disampaikan para demonstran itu merupakan suara hati rakyat MBD dimanapun berada," katanya.
"Saya minta Gubernur Maluku harus memberikan jawaban yang baik untuk keadilan masyarakat MBD” Ucap seorang warga Leti, MBD, Galistus Samangon.
Selain Samangon, ada warga MBD lainnya yang ikut berdiri di luar lingkaran demonstran.
Mereka datang untuk mendukung aksi yang dilakukan oleh gabungan Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP). (*)