Terlibat Cekcok setelah Pesta Miras, Pemuda Tewas Dianiaya Teman, Dipukuli dengan Kayu
RM (22), seorang pemuda di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, tewas setelah dianiaya temannya sendiri, AFB.
TRIBUNAMBON.COM - RM (22), seorang pemuda di Desa Tulehu, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah, tewas setelah dianiaya temannya sendiri, AFB.
Kepala Sub Bagian Humas Polresta Pulau Ambon dan Pulau-pulau Lease Iptu Julkisno Kaisupy mengatakan, penganiayaan itu terjadi setelah korban dan pelaku pesta minuman keras bersama teman mereka.
Pesta minuman keras itu dilakukan di Pantai Wisata Batu Kuda, Desa Tulehu, Rabu (1/4/2020) malam.
"Jadi saat pesta miras di Batu Kuda, korban yang dalam keadaan mabuk ini pamit, lalu pergi ke semak-semak meninggalkan pelaku dan teman-temannya," kata Julkisno kepada Kompas.com, Jumat (3/4/2020).
• Viral Warga Desa Ini Saling Berbagi di Tengah Pandemi, Taruh Sayur hingga Ikan Segar di Pagar Rumah
• Setelah Pesta Miras, Pemuda di Maluku Tengah Dianiaya Hingga Tewas
Karena mabuk berat, korban tertidur di semak-semak tersebut. Tak berapa lama, pelaku dan teman lainnya ingin pulang ke rumah masing-masing.
Mereka pun menghampiri korban untuk mengajaknya pulang.
Tapi, korban tak mau pulang. Julkisno menyebut korban ingin istirahat dulu.
"Korban meminta dia tetap istirahat dulu, pelaku langsung marah dan menghajar korban berulang kali di bagian wajahnya," kata Julkisno.
Aksi pelaku tak berhenti sampai di sana. Pelaku pun mengambil kayu dan kembali memukuli korban.
”Saat itu kedua teman korban yang ikut dalam pesta miras itu YT dan SL lalu melerai,” katanya.
• Putus Rantai Covid-19, Desa di Maluku Tengah Isolasi Warga yang Baru Tiba dari Daerah Pandemi
• Sesosok Mayat Wanita Ditemukan di Bekas Lokalisasi Tanjung Batu Merah Ambon
Korban yang mengalami luka akibat dipukuli langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
Setelah mendapatkan perawatan di RSUD Tulehu, korban meninggal pada Kamis (2/4/2020) sekitar pukul 23.15 WIT.
Juliksno mengatakan, ayah korban, MTM, tak terima dengan insiden itu.
Sang ayah langsung melaporkan pelaku ke polisi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Baca juga: Puluhan Dokter Buat APD di Luar Jam Dinas, Hasilkan 200 Pelindung Wajah dalam 2 Minggu
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/ilustrasi-penganiayaan-murid-terhadap-guru.jpg)