Buruh Bangunan dan Pedagang Asongan Berhasil Jadi Anggota DPRD Seram Bagian Barat, Ini Kisahnya

Rusli Sosal, buruh bangunan sekaligus pedagang asongan berhasil jadi anggota DPRD Seram Bagian Barat

Editor: Fitriana Andriyani
RAHMAT RAHMAN PATTY
Rusli Sosal (36) Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Terpilih saat mengikuti rapat pleno terbuka penetapan jumlah kursi dan calon terpilih anggota DPRD di Piru, Rabu (13/8/2019) FOto Rusli Sosal 

TRIBUNAMBON.COM - Rasa haru bercampur bahagia dirasakan Rusli Sosal saat Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), Maluku membacakan Surat Keputusan penetapan perolehan kursi partai politik dan calon terpilih Anggota DPRD periode 2019-2024.

Politisi Partai Hanura ini ikut ditetapkan sebagai anggota DPRD SBB setelah pada pemilu legislatif 17 April 2019 lalu ia berhasil meraup suara terbanyak dari dua rekannya sesama caleg Partai Hunura di dapil II yang meliputi Kecamatan Amalatu, Inamosul, dan Elpaputih.

Rusli berhasil meraih sebanyak 1.508 suara atau terbanyak kedua secara perorangan dari dapil tempatnya bertarung.

Tambahan suara dari dua caleg Hanura lainnya membuat  akumulasi suara Partai Hanura pun menembus angka 2.389 suara hingga akhirnya meloloskan pria berusia 36 tahun ini sebagai anggota DPRD terpilih.

Pleno KPU Kota Ambon, Perindo Samai PDIP Kalahkan Jumlah Kursi Partai Demokrat

“Alhamdulillah syukur atas segala nikmat yang diberikan Allah SWT kepadaku, saya telah ditetapkan sebagai Anggota DPRD ,”kata Rusli kepada Kompas.com, setelah mengikuti rapat pleno terbuka penetapan calon anggota DPRD terpilih di Piru, Rabu (13/8/2019).

Kini Rusli hanya tinggal menunggu waktu untuk dilantik selanjutnya siap bekerja untuk memajukan daerahnya.

Namun, siapa sangka di balik kesuksesannya menduduki kursi wakil rakyat itu, Rusli ternyata memiliki perjalanan hidup yang teramat berat.

Menurut Rusli, sebelum terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai anggota DPRD, dia pernah menggeluti pekerjaan sebagai buruh kasar, pedagang asongan, pengayuh becak, dan pelayan di rumah makan hingga tukang ojek.

Hal itu dilakukannya setelah dia memilih meninggalkan kampung halamannya di Desa Latu, Kecamatan Amalatu, Seram Bagian Barat untuk merantau ke Masohi, Kabupaten Maluku Tengah pada tahun 1999 silam.

“Semua pekerjaan kasar telah saya lalui. Saya pernah jadi buruh kasar, pengemudi becak, pedagang asongan dan juga pelayan di rumah makan,”katanya.

Bocoran Menteri Kabinet Jokowi, Ini 10 Nama Anak Muda yang Digadang, Ada yang di Bawah 30 Tahun

Pilih merantau

Keputusannya meninggalkan kampung halaman untuk pergi merantau di usia remaja bukanlah tanpa alasan.

Kondisi ekonomi keluarga yang serba sulit menjadi salah satu penyebab Rusli memilih pergi meninggalkan keluarganya.

Rusli mengaku dia telah ditinggal pergi oleh ayahnya, Said Sosal menghadap sang khalik sejak tahun 1990 saat ia masih duduk di bangku SD.

Sementara ibunya Diana Patty tidak lagi mampu membiayai sekolahnya saat itu karena usianya yang sudah tua. Kondisi yang dihadapi itu membuatnya memilih pergi meski dirasa sangatlah berat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved