Buruh Bangunan dan Pedagang Asongan Berhasil Jadi Anggota DPRD Seram Bagian Barat, Ini Kisahnya

Rusli Sosal, buruh bangunan sekaligus pedagang asongan berhasil jadi anggota DPRD Seram Bagian Barat

Editor: Fitriana Andriyani
RAHMAT RAHMAN PATTY
Rusli Sosal (36) Anggota DPRD Kabupaten Seram Bagian Barat, Maluku Terpilih saat mengikuti rapat pleno terbuka penetapan jumlah kursi dan calon terpilih anggota DPRD di Piru, Rabu (13/8/2019) FOto Rusli Sosal 

Rusli mengaku, setelah setahun mengayuh becak musibah kembali menghampirinya. Saat itu, polisi kembali menangkapnya dan memasukkannya ke sel tahanan dengan tuduhan terlibat dalam kasus pencurian dan penjualan miras.

Beruntung, di saat kondisi sulit tersebut ada seorang pengacara yang bersedia membantunya hingga akhirnya dia dapat dibebaskan.

“Saya ditahan selama 21 hari di Polres. Tapi saya bersyukur ada seorang pengacara yang mau membantu saya,”ujarnya.

Update Calon Menteri Kabinet Jokowi, Surya Paloh: Nggak Juga Nggak Apa-apa, Jatah PDIP Terbanyak

Jadi kuli bangunan

Selepas lulus dari SMA, Rusli mengaku memilih bekerja sebagai kuli bangunan di Masohi dan juga di Namlea, Kabupaten Buru. Berbagai pekerjaan kasar pun dilakukannya saat itu demi mendapatkan uang.

Rusli mengaku tidak ingat lagi berapa banyak bangunan yang dia kerjakan bersama-teman-temannya sesama buruh lainnya.

Namun, beberapa kantor pemerintahan hingga rumah warga dan juga selokan pernah dikerjakannya.

“Waktu jadi kuli bangunan banyak yang saya kerjakan seperti bangunan kantor, rumah warga sampai selokan,”ujarnya.

Baca juga: Jadi Anggota DPRD Jabar, Adik Rachel Maryam Belum Terpikirkan Gadai SK

Setelah setahun menggeluti pekerjaan itu, pada tahun 2003 dia lalu memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya.

Kemudian, setelah itu, dia kembali memilih pergi ke Ambon untuk mencari pekerjaan.

Namun, sulitnya mendapatkan pekerjaan di Ambon membuat Rusli harus memilih menjadi kernet di mobil angkot dan juga sesekali memjadi kuli bangunan untuk dapat memenuhi biaya hidupnya sehari-hari.

“Saya tidak pernah malu melakukan semua itu, karena saya memang orang susah jadi saya merasa enjoy saja,”katanya.

Tak lama menjadi kernet dan kuli bangunan, Rusli akhirnya memilih melamar kerja di sebuah toko bangunan di Batu Merah.

Saat itu, bersama dua temannya, mereka kemudian memasukan lamaran dan langsung diterima di toko banguan tersebut.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved