News
Bahayakah Styrofoam Sebagai Wadah Makanan? Ini Penjelasannya
Keunggulannya yang murah, ringan, tidak mudah bocor, dan praktis membuatnya menjadi pilihan favorit para penjual makanan dan restoran siap saji.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Wadah styrofoam yang umum digunakan hanya melepaskan stirena sekitar 0,55 ppm.
Senada dengan WHO, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) juga menyatakan bahwa styrofoam masih aman untuk digunakan sebagai wadah makanan.
Cara Mencegah Dampak Buruk Styrofoam
Meskipun dianggap aman dalam batasan tertentu, tidak ada salahnya untuk tetap waspada dan meminimalisir risiko paparan zat berbahaya dari styrofoam.
Baca juga: Kunker di Kepulauan Aru, Hendrik Lewerissa: Saya Ingin Mendengar Langsung Suara Rakyat
Berikut beberapa langkah pencegahan yang bisa Anda lakukan:
* Hindari Penggunaan Berulang: Styrofoam hanya untuk sekali pakai. Setelah digunakan, segera hancurkan dan buang untuk mencegah penggunaan kembali.
* Gunakan Alas: Beri alas tambahan seperti plastik atau kertas nasi agar makanan tidak langsung bersentuhan dengan permukaan styrofoam.
* Jauhkan dari Panas: Hindari memanaskan makanan di dalam wadah styrofoam. Jangan pula menuangkan makanan yang masih sangat panas ke dalamnya.
* Waspadai Makanan Berlemak: Untuk makanan yang berlemak, berminyak, atau mengandung alkohol, sebaiknya hindari penggunaan styrofoam karena zat berbahaya akan lebih mudah berpindah ke makanan.
Selain bahaya kesehatan, perlu diingat bahwa styrofoam juga menjadi ancaman besar bagi lingkungan.
Bahan ini membutuhkan waktu hingga 500 tahun untuk terurai, berkontribusi signifikan pada masalah pemanasan global.
Mari kita mulai mengurangi penggunaan styrofoam demi kesehatan diri dan kelestarian lingkungan. (*)
| Kawal Haji, Aplikasi Wajib Diunduh Sebelum Berangkat ke Baitullah, Ini Fungsinya |
|
|---|
| Dalam Waktu Dekat, Presiden Prabowo Subianto Bakal Rombak Kabinet? |
|
|---|
| Presiden Prabowo Temui Putin di Rusia, Siap Suplai Minyak dan LPG ke Indonesia |
|
|---|
| Konflik Timur Tengah, Pemerintah Indonesia Pulangkan 45 WNI di Iran ke Tanah Air |
|
|---|
| Pemerintah Arab Saudi Umumkan Batas Akhir Keberangkatan Jemaah Umrah Terakhir 18 April 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/seterfom.jpg)