News
Bahayakah Styrofoam Sebagai Wadah Makanan? Ini Penjelasannya
Keunggulannya yang murah, ringan, tidak mudah bocor, dan praktis membuatnya menjadi pilihan favorit para penjual makanan dan restoran siap saji.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Penggunaan wadah makanan berbahan styrofoam semakin marak di tengah masyarakat.
Keunggulannya yang murah, ringan, tidak mudah bocor, dan praktis membuatnya menjadi pilihan favorit para penjual makanan dan restoran siap saji.
Baca juga: Mourits Tamaela Angkat Bicara Usai Tim Partai Nasdem Investigasi Kasus Miras di Kediamannya
Namun, di balik semua kepraktisan itu, tahukah Anda bahwa styrofoam menyimpan bahaya tersembunyi bagi kesehatan tubuh?
Ancaman Senyawa Kimia Beracun
Dilansir dari website kesehatan resmi halodoc.com, dijelaskan tyrofoam merupakan jenis plastik atau polimer yang mengandung senyawa monomer berbahaya seperti stirena, benzena, dan formalin.
Senyawa-senyawa ini diketahui dapat menimbulkan berbagai dampak negatif pada tubuh manusia, di antaranya:
* Stirena: Zat ini dapat mengurangi produksi sel darah merah, mengganggu fungsi saraf, serta menyebabkan kelelahan, gelisah, dan susah tidur.
Parahnya lagi, stirena bisa menembus plasenta ibu hamil dan mencemari ASI.
Semakin lama makanan disimpan dalam styrofoam, semakin tinggi lemaknya, dan semakin panas suhunya, maka semakin banyak stirena yang berpindah ke makanan.
Paparan stirena yang berlebihan berpotensi merusak sumsum tulang belakang, kelenjar tiroid, hingga menyebabkan anemia.
* Benzena: Senyawa ini sangat berbahaya karena tidak dapat larut dalam air dan akan menumpuk dalam jaringan lemak di dalam tubuh.
Penumpukan benzena inilah yang memicu timbulnya penyakit kanker.
Benzena dapat berpindah dengan cepat ke makanan, terutama saat terpapar uap panas.
Meskipun demikian, beberapa lembaga kesehatan dunia dan nasional memberikan pernyataan yang menenangkan.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan bahwa stirena tidak akan berbahaya jika kadarnya tidak melebihi 5.000 ppm.
| Presiden Prabowo Temui Putin di Rusia, Siap Suplai Minyak dan LPG ke Indonesia |
|
|---|
| Konflik Timur Tengah, Pemerintah Indonesia Pulangkan 45 WNI di Iran ke Tanah Air |
|
|---|
| Pemerintah Arab Saudi Umumkan Batas Akhir Keberangkatan Jemaah Umrah Terakhir 18 April 2026 |
|
|---|
| Muluskan Program Listriknisasi, Prabowo Rencana Bangun Pabrik Mobil Sedan Berbasis Listrik |
|
|---|
| Program Listriknisasi 100 Gigawatt, Presiden Prabowo: Pemerintah Tak Impor BBM Lagi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/seterfom.jpg)