News
Boy Latuconsina Ingatkan Program MBG Tak Terkesan Hanya jadi Proyek Elit
“Presiden harus jujur perangkatnya belum siap mendistribusikan MBG sebagai program unggulan,” tegasnya.
Ringkasan Berita:
- Anggota Komite I DPD RI, Bisri As Shiddiq Latuconsina ingatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terkesan hanya menjadi proyek elit semata.
- Menurut Boy, konsep MBG sangat baik.
- Namun, pemerintah belum menyiapkan infrastruktur pendukung secara memadai agar program tersebut mampu menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat.
TRIBUNAMBON.COM - Anggota Komite I DPD RI, Bisri As Shiddiq Latuconsina ingatkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak terkesan hanya menjadi proyek elit semata.
Menurut Boy, konsep MBG sangat baik. Namun, pemerintah belum menyiapkan infrastruktur pendukung secara memadai agar program tersebut mampu menciptakan sumber penghidupan baru bagi masyarakat.
“Presiden harus jujur perangkatnya belum siap mendistribusikan MBG sebagai program unggulan,” tegasnya.
“Secara ide, program ini sangat bagus. Namun, negara harus menyiapkan infrastruktur yang memadai. Dengan begitu, MBG dapat menjadi mata pencaharian baru bagi masyarakat Indonesia dan tidak terkesan hanya menjadi proyek elite,” lanjutnya.
Boy juga mendesak Presiden Prabowo memanggil kementerian terkait untuk memastikan masyarakat lokal mengelola rantai pasok atau sektor hulu MBG.
Menurutnya, Kementerian Pertanian perlu mendampingi desa-desa yang berpotensi memasok buah dan sayur untuk dapur MBG.
Selain itu, pemerintah perlu membina kelompok peternak sapi, kambing, dan ayam potong agar mereka menjadi pemasok utama kebutuhan protein program tersebut.
“Kementerian terkait harus menyiapkan kelompok-kelompok peternak agar mereka bisa menjadi penyuplai bagi program MBG,” tambahnya.
Baca juga: Pedagang Gorengan di Ambon Keluhkan Penyusutan Ukuran Tahu Tempe Pasca Kenaikan BBM
Baca juga: Polsek Salahutu Sita 200 Liter Sopi dari Bus Ambon-Piru, Kapolsek: Sopir Jangan Angkut Miras Titipan
Boy menegaskan bahwa MBG tidak boleh menjadi program elitis yang hanya menguntungkan segelintir pihak.
Ia menilai kritik terhadap MBG muncul karena manfaat ekonominya belum dirasakan secara luas oleh masyarakat menengah ke bawah.
Karena itu, Boy meminta pemerintah melakukan evaluasi menyeluruh.
Ia juga meminta pemerintah menyesuaikan pelaksanaan MBG dengan kesiapan infrastruktur daerah dan kemampuan pelaku usaha mikro setempat.
“Jangan sampai MBG dijalankan di daerah yang belum siap dari aspek infrastrukturnya. Ini sejalan dengan gagasan Pak Prabowo untuk mewujudkan kemandirian pangan. Jika kelompok usaha mikro di sektor pertanian dan peternakan tumbuh dengan baik, manfaat MBG akan dirasakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.(*)
| Tribun Putih Abu-abu Futsal Series 1 Gresik Dibuka, Panggung Pemain Muda Menuju Eropa |
|
|---|
| TPAAF 2026 Gresik Bergulir, 16 Tim Futsal SMA/SMK Berebut Kesempatan Emas ke Spanyol |
|
|---|
| Benarkah Jual-beli Dapur Program MBG jadi Alasan Prabowo Pecat Kepala BGN? |
|
|---|
| Presiden Prabowo Copot Kepala BGN, Dadan Hindayana Diganti Nanik S Deyang |
|
|---|
| Peringatan Hari Lahir Pancasila, Jokowi hingga SBY Absen dari Upacara |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Boy-Latuconsina-HL.jpg)