Jumat, 8 Mei 2026

SBT Hari Ini

Talud Jebol, Rumah dan Jalan Terancam Amblas, Warga Desa Osong Minta Pemda Segera Bertindak

Talud penahan air di Desa Osong, SBT, rusak parah akibat banjir dan abrasi sejak 2020.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/Sumber: Istimewa
DESA OSONG - Kondisi talud penahan air di Desa Osong, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur, yang roboh dan mengalami abrasi parah, Kamis (7/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Talud penahan air di Desa Osong, SBT, rusak parah akibat banjir dan abrasi sejak 2020.
  • Kerusakan mengancam rumah warga dan badan jalan yang mulai retak dan berpotensi amblas.
  • Warga mendesak pemerintah segera melakukan penanganan darurat sebelum kondisi makin parah.

Laporan Wartawan Tribunambon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Kondisi talud penahan air di Desa Osong, Kecamatan Werinama, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Maluku, semakin memprihatinkan.

Sebagian besar badan talud telah roboh dan terkikis akibat terjangan banjir serta hantaman ombak yang terus terjadi setiap musimnya.

Bahkan, pada beberapa titik terlihat badan jalan di sisi talud mulai retak dan terancam amblas.

Salah satu warga setempat, M. Jen Kosso mengaku  talud tersebut selama ini menjadi pelindung utama rumah warga dari luapan air kali maupun abrasi.

“Talud ini menjadi pelindung utama bagi warga. Jika pemerintah serius menangani problem ini, maka sudah barang tentu pemerintah memikirkan keselamatan warganya,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Baca juga: Usulan Ranperda di Masa Sidang II, Bapemperda DPRD Maluku Tengah Mulai Proses

Baca juga: Klaim Lahan Warga Hambat Pembangunan Kodim Persiapan dan Batalion Teritorial di SBT

Kata dia, kerusakan talud sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa tahun lalu.

Talud yang berada di dekat permukiman warga itu dilaporkan mengalami kerusakan parah sejak tahun 2020.

Namun hingga kini belum ada langkah konkret untuk memperbaiki kerusakan tersebut.

Akibatnya, setiap kali hujan deras mengguyur wilayah itu, warga selalu dihantui rasa takut karena debit air kali meningkat dan terus mengikis area sekitar permukiman.

“Apalagi sekarang musim hujan dan musim ombak. Kami warga merasa tidak nyaman. Kami berharap ada atensi serius dari pemerintah untuk melihat langsung problem ini,” jelasnya.

Selain mengancam rumah warga, kerusakan talud juga dikhawatirkan berdampak pada akses jalan dan lingkungan sekitar apabila abrasi terus meluas.

Warga berharap pemerintah setempat segera turun tangan melakukan penanganan darurat sebelum kerusakan semakin parah.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved