Rabu, 27 Mei 2026

SBT Hari Ini

Gedung Laboratorium DLH SBT Terbengkalai, Alat Uji Air hingga Udara Rusak Berat

Gedung Laboratorium Lingkungan milik DLH Seram Bagian Timur di Desa Englas, Kota Bula, terbengkalai akibat sebagian besar peralatan rusak berat.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
DINAS LINGKUNGAN HIDUP - Gedung Laboratorium milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) di Desa Englas, Kota Bula, yang kini terbengkalai, Selasa (26/5/2026). 

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

Ringkasan Berita:
  • Gedung Laboratorium Lingkungan milik DLH Seram Bagian Timur di Desa Englas, Kota Bula, terbengkalai akibat sebagian besar peralatan rusak berat.
  • Laboratorium tersebut sebelumnya digunakan untuk pengujian kualitas air, tanah, dan udara sebagai indikator kondisi lingkungan daerah.
  • DLH SBT berencana mengaktifkan kembali fasilitas itu agar aset daerah tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan kembali.

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Gedung Laboratorium lingkungan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) hingga kini masih terbengkalai, Selasa (26/5/2026).

Padahal, gedung yang berlokasi di Desa Englas Kota Bula itu, kerap digunakan untuk menguji kualitas air, tanah hingga udara.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH SBT, Mirnawati Derlen mengakui, sebagian besar peralatan di dalamnya sudah rusak berat dan tak bisa dipakai.

“Kalau dilihat dari luar memang masih baik, tetapi alat-alatnya sudah tidak lagi baik dan tidak bisa digunakan untuk laboratorium,” ujarnya saat diwawancarai di ruang kerjanya, Senin (25/5/2026).

Baca juga: Puncak Haji 2026, Safari Wukuf Jadi Solusi bagi Jemaah Haji Lansia dan Sakit

Baca juga: Wali Kota Dukung Korban Terdampak Longsor Laporkan Pengembangan BTN Gadihu ke Polda

Dirinya mengaku, laboratorium itu sebelumnya diproyeksikan menjadi fasilitas penting untuk memantau kondisi lingkungan di Kabupaten SBT.

Melalui laboratorium tersebut, pemerintah daerah seharusnya dapat melakukan pengujian kualitas air, tanah dan udara sebagai bagian dari indikator lingkungan daerah.

“Uji air, tanah dan udara sebenarnya bisa dilakukan di sana. Itu penting untuk mengetahui kondisi indeks kualitas lingkungan daerah,” jelasnya.

Mirnawati mengaku belum mengetahui secara detail penyebab awal kerusakan fasilitas tersebut karena dirinya baru menjabat sebagai Plt Kepala DLH SBT.

Meski begitu, pihaknya mulai memikirkan langkah untuk menghidupkan kembali fungsi laboratorium agar aset daerah tersebut tidak semakin terbengkalai.

Salah satu upaya yang direncanakan yakni memanfaatkan kembali bangunan tersebut sebagai kantor operasional sehingga aset dan fasilitas yang tersisa tetap terjaga.

“Minimal aset-aset yang ada di sana tetap terjaga dan tidak terus dibiarkan,” katanya.

Ia mengatakan pengaktifan kembali laboratorium membutuhkan perhatian serius, terutama untuk pengadaan alat pendukung yang sudah rusak.

Selain itu, lokasi laboratorium yang cukup jauh juga menjadi salah satu pertimbangan dalam perencanaan pemanfaatan kembali fasilitas tersebut.

“Memang agak jauh, tapi ke depan kita berharap tempat itu bisa kembali dimanfaatkan,” tutupnya.(*)

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved