Jumat, 29 Mei 2026

SBT Hari Ini

Tradisi Tikan Dabus Meriahkan Idul Adha di SBT, Generasi Muda Ikut Jaga Warisan Leluhur

Tradisi Tikan Dabus kembali ditampilkan warga Desa Kwaos, SBT, saat perayaan Idul Adha sebagai warisan budaya leluhur.

Tayang:
Penulis: Haliyudin Ulima | Editor: Ode Alfin Risanto
TribunAmbon.com/Haliyudin Ulima
TIKAN DABUS -- Shan Masaa, salah satu peserta Tikan Dabus di Desa Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur, mengikuti prosesi doa sebelum atraksi pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah, Kamis (28/5/2026). 
Ringkasan Berita:
  • Tradisi Tikan Dabus kembali ditampilkan warga Desa Kwaos, SBT, saat perayaan Idul Adha sebagai warisan budaya leluhur.
  • Atraksi kekebalan tubuh terhadap benda tajam itu melibatkan generasi muda agar tradisi tetap bertahan di tengah modernisasi.
  • Warga berharap pemerintah daerah memberi perhatian serius untuk melestarikan Tikan Dabus sebagai kekayaan budaya lokal Maluku.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Haliyudin Ulima

BULA, TRIBUNAMBON.COM – Tradisi Tikan Dabus kembali menjadi perhatian masyarakat saat perayaan Hari Raya Idul Adha di Desa Kwaos, Kecamatan Siritaun Wida Timur, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Kamis (28/5/2026).

Di tengah arus modernisasi, warga setempat justru terus menjaga atraksi budaya warisan leluhur tersebut dengan melibatkan generasi muda dalam setiap pertunjukan.

Biasanya, usai pelaksanaan salat Idul Adha, warga berkumpul menyaksikan pertunjukan Tikan Dabus yang digelar sambil mengitari jalan desa saat mengantar hewan kurban menuju lokasi penyembelihan.

Tarian yang menampilkan atraksi kekebalan tubuh terhadap benda tajam itu diiringi tabuhan rebana dan syair bernuansa Islam sehingga menciptakan suasana meriah di sepanjang jalan desa.

Baca juga: Jadwal Kapal Maluku Jumat 29 Mei 2026: Ada Dua Kapal Siap Berangkat ke Namlea dan SBT

Baca juga: Gelar Penyembelihan Hewan Qurban, Wagub Maluku Ingatkan Tradisi Islam Tak Lekang Waktu

Tradisi tersebut bukan hanya menjadi hiburan masyarakat, tetapi juga dianggap sebagai simbol keberanian, persatuan, dan penghormatan terhadap adat yang diwariskan turun-temurun.

“Kalau bukan kami yang jaga, nanti tradisi ini bisa hilang. Karena itu sekarang anak-anak muda seperti kami harus ikut belajar,” ujar Sehan Masaa, salah satu peserta dabus.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda menjadi upaya penting agar tradisi Tikan Dabus tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.

Sebelum pertunjukan dimulai, para pemain terlebih dahulu melakukan doa bersama dan dzikir sebagai bagian dari prosesi adat dan spiritual masyarakat setempat.

Atraksi yang menampilkan pemain menusukkan benda tajam ke tubuh tanpa mengalami luka parah itu, selalu menarik perhatian warga setiap momentum Idul Adha maupun acara adat lainnya.

“Tradisi ini bukan sekadar pertunjukan. Ini peninggalan leluhur yang harus tetap dipertahankan,” tegasnya.

Masyarakat Desa Kwaos berharap tradisi Tikan Dabus dapat terus dilestarikan dan mendapat perhatian pemerintah daerah sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal.

"Kalau bisa dilestarikan secara terus-menerus, ini bisa jadi kekayaan budaya lokal di tingkat tertinggi, asal pemerintah kasih perhatian serius," tutupnya.(*).

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved