Selasa, 12 Mei 2026

Ambon Hari Ini

HMI Bakar Kampus Unpatti, Ketua DPD GMNI Maluku: Itu Perbuatan Tidak Terpuji

Aksi pembakaran fasilitas di Unpatti Ambon yang diduga melibatkan mahasiswa mengatasnamakan HMI menuai kecaman dari berbagai pihak.

Tayang:
Istimewa
UNPATTI TERBAKAR - Tampak mahasiswa merusak dan membakar papan informasi, gazebo hingga adu fisik dengan security di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Pattimura Ambon, Selasa (3/3/2026). 

Sementara Badko HMI adalah struktur organisasi setingkat wilayah/provinsi yang berfungsi mengoordinasikan cabang-cabang HMI di daerah.

Syahrul juga menekankan bahwa persoalan penikaman yang menjadi latar belakang aksi demonstrasi tersebut sebenarnya telah diselesaikan sebelumnya oleh pihak-pihak terkait.

Bahkan, dalam proses penyelesaian itu turut hadir Kapolda Maluku Irjen Pol. Dadang Hartanto serta Rektor Unpatti, Prof. Fredy Leiwakabessy, bersama tokoh agama dan perwakilan OKP.

“Sebelumnya kita sudah selesai dengan kedua belah pihak,” tandasnya.

Suasana Mencekam di Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Diberitakan sebelumnya, suasana mencekam menyelimuti kampus Universitas Pattimura Ambon pada Selasa (3/3/2026) sekitar pukul 15.00 WIT.

Sejumlah mahasiswa yang diduga aktivis HMI tertangkap kamera melakukan aksi pembakaran fasilitas di Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB).

Asap hitam terlihat mengepul tinggi dari halaman fakultas setelah gazebo yang berada di area kampus disiram bahan bakar jenis bensin lalu dibakar.

Dalam sejumlah video yang beredar luas di media sosial, massa terlihat berkumpul di halaman FEB. Beberapa orang tampak menyiram bensin ke tiang-tiang gazebo sebelum menyalakan api hingga kobaran membesar.

Tak hanya itu, massa juga terekam memecahkan kaca, merusak papan informasi, serta terlibat adu mulut hingga kontak fisik dengan petugas keamanan kampus.

Peristiwa ini sontak mengubah wajah kampus yang seharusnya menjadi ruang akademik menjadi arena penuh ketegangan.

Hingga berita ini diterbitkan, TribunAmbon.com masih berupaya mengonfirmasi Rektor Unpatti, Prof. Fredy Leiwakabessy, serta Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Prof. Teddy Christianto Leasiwal. 

Namun, keduanya belum memberikan tanggapan resmi terkait insiden tersebut.

Insiden ini kembali menjadi pengingat pentingnya menjaga ruang pendidikan sebagai tempat dialektika gagasan, bukan arena kekerasan. 

Semua mata kini tertuju pada proses hukum dan langkah pemulihan pasca-kerusakan fasilitas kampus kebanggaan masyarakat Maluku tersebut. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved