Jumat, 1 Mei 2026

Ambon Hari Ini

Pasca Bencana Alam di Arbes-Stain, Dapur–Toilet Rusak, Warga Minta Bantuan Pemerintah

Hujan deras dan angin kencang di Ambon merusak rumah warga di Batu Merah, aktivitas keluarga terganggu.

Tayang:
Penulis: Novanda Halirat | Editor: Ode Alfin Risanto
Istimewa/Istimewa
TANAH LONGSOR- Tampak tanah longsor di RT 04/ RW 17, Kawasan Air besar (Arbes)- Stain, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Maluku, Kamis (30/4/2026), 

Ringkasan Berita:
  • Hujan deras dan angin kencang di Ambon merusak rumah warga di Batu Merah, aktivitas keluarga terganggu.
  • Korban mengaku belum mendapat bantuan, berharap ada penanganan cepat dan pembangunan tembok penahan.
  • Wali Kota telah instruksikan OPD lakukan penanganan terpadu untuk cegah dampak bencana berulang.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Novanda Halirat 

AMBON, TRIBUNAMBON.COM-  Pasca hujan deras disertai angin kencang yang melanda Kota Ambon pada Selasa (28/4/2026) memicu terjadinya sejumlah bencana alam di wilayah permukiman warga.

Salah satu dampak dirasakan warga RT 04/RW 17 kawasan Air Besar (Arbes)–Stain, Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau.

Seorang warga, Ruslan Hamdali, mengaku rumahnya mengalami kerusakan pada beberapa bagian, terutama dapur dan saluran air.

Baca juga: Mahkamah Agung Tolak PK, Ayu Puttileihalat dan Raflex Puttileihalat Gagal Kuasai Tambang SBB

Baca juga: Dishub SBT Akui Kewenangan Terbatas, Mobil Sewa Bukan Angkutan Umum Resmi

Akibat kerusakan tersebut, aktivitas sehari-hari keluarga terganggu.

“Dapur dan toilet tidak bisa digunakan, aktivitas mandi, masak, dan makan terganggu,” ujarnya kepada TribunAmbon.com, Kamis (30/4/2026) kemarin.

Dua hari pascakejadian, Ruslan mengaku belum menerima bantuan maupun perhatian dari pemerintah setempat.

Ia berharap ada langkah cepat, termasuk penanganan darurat bagi warga terdampak.

“Sampai saat ini belum ada bantuan dan perhatian pemerintah,” katanya.

Ia juga meminta pemerintah segera mengidentifikasi kondisi wilayah tersebut, terutama karena intensitas hujan masih tinggi.

Menurutnya, pembangunan tembok penahan sangat dibutuhkan untuk mencegah banjir maupun longsor susulan.

“Agar kiranya pemerintah dapat cepat tanggap membantu pembangunan tembok penahan supaya tidak terjadi banjir atau longsor susulan,” harapnya.

Sementara itu, Bodewin Wattimena sebelumnya telah menginstruksikan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk melakukan penanganan terpadu terhadap dampak bencana.

OPD yang dilibatkan antara lain Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, serta Satuan Polisi Pamong Praja.

“Peristiwa ini sudah terjadi berulang kali. Saya minta segera dilakukan penanganan serius agar masyarakat merasa aman dan terlindungi, terutama di tengah musim penghujan,” tegasnya dalam keterangan resmi, Rabu (28/4/2026).

Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian serius pemerintah agar penanganan cepat dan tepat dapat segera dilakukan demi keselamatan warga. (*)


 

Sumber: Tribun Ambon
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved