Minggu, 26 April 2026

Selingkuh Lagi

Bantah Tuduhan Perselingkuhan, Oknum Dosen Ungkap Kronologi di Rumahnya: Ada Kekerasan dan Perusakan

Kasus dugaan perzinaan yang menyeret CR, pengurus DPD KNPI Maluku dan kader Partai NasDem, masih bergulir di Polda Maluku.

|
Istimewa
SELINGKUH (ILUSTRASI) - 

Ringkasan Berita:
  • Kasus dugaan perzinaan yang menyeret CR, pengurus DPD KNPI Maluku dan kader Partai NasDem, masih bergulir di Polda Maluku.
  • Oknum dosen berinisial ACP membantah tegas tuduhan perzinaan dan mengaku belum pernah diperiksa penyidik.
  • Insiden ini turut memicu laporan saling lapor terkait penganiayaan, perusakan, dan pencemaran nama baik, sementara polisi belum memberi keterangan resmi.

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis

AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Kasus dugaan perzinaan yang menyeret seorang pria berinisial CR, pengurus organisasi kepemudaan di Maluku terus bergulir. 

CR diketahui merupakan pengurus DPD KNPI Maluku sekaligus kader dan pengurus DPW Partai NasDem Maluku.

Oknum dosen perempuan dari salah satu perguruan tinggi negeri di Ambon berinisal ACP akhirnya buka suara.

ACP tegas membantah tuduhan hubungan terlarang dengan CR.

Kepada TribunAmbon.com, ACP mengaku hingga kini belum pernah dipanggil penyidik untuk pemeriksaan.

Baca juga: Dosen ACP Bantah Selingkuh dengan Pengurus KNPI: Saya Tidak di Tempat Tidur dengan CR

Baca juga: Diduga Jalin Asmara dengan Istri Anggota Polisi, Pengurus KNPI Maluku Dilaporkan ke Polda

Meskipun namanya disebut dalam laporan dugaan perzinaan yang dibuat suaminya, anggota polisi berpangkat Aipda berinisial YT.

“Sampai sekarang saya belum dipanggil penyidik untuk diperiksa. Kemarin memang ada informasi dari penyidik PPA untuk saya divisum, tapi saya belum diperiksa,” ujar ACP saat dihubungi, Kamis (29/1/2026).

Bantahan Tegas Soal Tuduhan Perzinaan

ACP menegaskan tuduhan perzinaan yang diarahkan kepadanya tidak benar. Ia membantah adanya penangkapan basah.

“Terkait tuduhan perzinaan itu tidak benar. Kalau dibilang tangkap basah, posisi saya tidak berada di kamar atau di tempat tidur dengan CR,” tegasnya.

ACP menuturkan, malam sebelum kejadian, Selasa (27/1/2026), ia menggelar syukuran kecil di rumahnya.

Acara itu dihadiri delapan orang dan berlangsung santai.

“Kita mulai sekitar pukul 21.00 WIT. Setelah makan-makan dan bercerita, sebagian pulang sekitar pukul 23.30 WIT. Tersisa empat orang di rumah, termasuk saya,” jelasnya.

Percakapan berlanjut hingga dini hari.

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved