Sabtu, 13 Juni 2026

Maluku Terkini

Program MBG Masif Tapi Nilai Tukar Petani di Maluku Turun, Kepala BPS: Suplai Masih dari Luar Daerah

BPS menemukan sejumlah pemasok atau suplier bahan pangan untuk program nasional tersebut masih mengambil barang dari luar daerah.

Tayang:
Penulis: Maula Pelu | Editor: Mesya Marasabessy
TribunAmbon.com/ Maula/Maula Pelu
PERKEMBANGAN EKONOMI MALUKU - Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, dengan beground perkembangan nilai tukar petani bulan April 2026 dan Mei 2026 di Provinsi Maluku. 

Penurunan NTP ini merupakan hasil pemantauan harga perdesaan di 42 Kecamatan di Maluku dan dipublikasikan dalam Berita Resmi Statistik BPS periode 2026.

Maritje menjelaskan, penurunan NTP terjadi karena kenaikan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) hanya sebesar 0,17 persen, lebih rendah dibanding kenaikan Indeks Harga yang Dibayarkan Petani (Ib) yang mencapai 1,01 persen. 

Pada Mei 2026, It terjadi sebesar 119,19, naik tipis dari 118,99 pada April 2026. Sementara Ib meningkat dari 126,89 menjadi 128,17. 

Artinya, biaya yang harus dikeluarkan petani untuk kebutuhan rumah tangga maupun produksi pertanian meningkat lebih cepat dibandingkan yang mereka peroleh dari hasil penjualan komoditas. 


Hortikultura Jadi Penyumbang Penurunan Terbesar

Secara sektoral, penurunan NTP Mei 2026 terutama disumbangkan oleh subsektor hortikultura yang mengalami penurunan hingga 10,10 persen. 

Sementara empat subsektor lainnya masih mencatat peningkatan, yakni ; 

- Subsektor tanaman pangan (0,68 persen), 
- Subsektor tanaman perkebunan rakyat (0,95 persen), 
- Subsektor peternakan (2,02 persen) 
- Subsektor perikanan (2,59 persen).

BPS juga mencatat seluruh subsektor mengalami kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), dengan peningkatan tertinggi terjadi pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 1,46 persen. 

“Indeks Harga yang Diterima oleh Petani (It) dari kelima subsektor menunjukkan fluktuasi harga komoditas pertanian yang dihasilkan oleh petani,” jelas Kepala BPS Maluku. 

NTP Masih Lebih Rendah Dibanding Tahun Lalu

Jika dilihat secara kumulatif Januari hingga Mei 2026, NTP Maluku tercatat 8,59 persen lebih rendah dibanding periode yang sama pada 2025. 

Penurunan tersebut terutama dipicu merosotnya kinerja subsektor tanaman perkebunan rakyat yang mengalami kontraksi hingga 19,26 persen. 

Dalam periode tersebut, NTP tertinggi tercatat pada subsektor perikanan sebesar 113, 94, sedangkan terendah berada pada subsektor tanaman perkebunan rakyat sebesar 85,19. 

Sekedar mengetahui, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan atau daya beli petani di perdesaan. 

NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade ) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. (*)

Sumber: Tribun Ambon
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02:00 WIB
Canada
Kanada
1 - 1
Bosnia
Bosnia
Grup D - Matchday 1
Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:00 WIB
United States
Amerika Serikat
4 - 1
Paraguay
Paraguay
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved