Maluku Terkini
Dugaan Pelecehan dan Penganiayaan Picu Ketegangan Warga di Kecamatan Hualmual - SBB
Meski situasi sempat berada di ambang bentrokan terbuka, aparat gabungan Polri dan TNI berhasil mengendalikan keadaan sehingga konflik.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Mesya Marasabessy
Ringkasan Berita:
- Dugaan pelecehan terhadap seorang perempuan dan kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam menjadi pemicu utama ketegangan antara warga Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
- Insiden ini sempat memanas hingga memicu konsentrasi massa.
- Meski situasi sempat berada di ambang bentrokan terbuka, aparat gabungan Polri dan TNI berhasil mengendalikan keadaan sehingga konflik yang lebih besar dapat dicegah.
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM – Meski pelecehan terhadap seorang perempuan dan kasus penganiayaan menggunakan senjata tajam menjadi pemicu utama ketegangan antara warga Desa Lokki, Kecamatan Huamual, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB).
Insiden ini sempat memanas hingga memicu konsentrasi massa.
Meski situasi sempat berada di ambang bentrokan terbuka, aparat gabungan Polri dan TNI berhasil mengendalikan keadaan sehingga konflik yang lebih besar dapat dicegah.
Kapolda Maluku, Irjen Pol Prof. Dadang Hartanto, menegaskan seluruh rangkaian peristiwa yang menjadi pemicu ketegangan akan ditangani secara profesional sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
"Kami memastikan seluruh peristiwa yang terjadi akan ditangani secara profesional, objektif, dan transparan. Setiap pelaku yang terlibat dalam tindak pidana, baik penganiayaan maupun pelecehan, akan diproses sesuai hukum yang berlaku," tegas Kapolda.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ketegangan bermula pada Minggu (31/5/2026) ketika seorang perempuan warga Dusun Katapang berinisial N yang sedang berboncengan dengan suaminya diduga menjadi korban pelecehan oleh orang tak dikenal saat melintas di wilayah Dusun Olas.
Insiden tersebut memicu keresahan di tengah masyarakat Dusun Katapang.
Berbagai upaya dilakukan untuk mencari penyelesaian secara damai.
Puncaknya, pada Jumat (5/6/2026) malam, perwakilan warga Dusun Katapang bersama kepala dusun mendatangi Dusun Olas untuk melakukan mediasi terkait dugaan pelecehan tersebut.
Pertemuan yang berlangsung di rumah Sekretaris Dusun Olas awalnya diharapkan dapat meredam ketegangan.
Baca juga: Ratusan Orang Hadiri Colour Fun Walk oleh Zest Hotel Ambon, Dorong Gaya Hidup Sehat
Baca juga: Mobil Polisi Terbakar saat Aparat Cegah Bentrok Antar Warga di Kabupaten SBB Maluku
Namun situasi berkembang tidak kondusif sehingga rombongan warga Katapang memutuskan kembali ke dusunnya dengan pengawalan personel Pos Pengamanan Laala.
Belum lama setelah proses mediasi berakhir, insiden baru kembali terjadi.
Dua warga yang sedang berboncengan sepeda motor, masing-masing berinisial YA dan HU, diduga diserang oleh orang tak dikenal menggunakan senjata tajam saat melintas di ujung Dusun Olas.
Akibat serangan tersebut, kedua korban mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan medis.
| BPK Maluku Berikan Opini WDP atas Laporan Keuangan Pemda SBB, Bursel, Aru, dan KKT |
|
|---|
| Nilai Tukar Petani di Maluku Masih Terendah di Indonesia, Penurunan Rata-rata Mei 2026 0,83 Persen |
|
|---|
| Polisi Bersihkan Masjid Mamala, Cat Dinding hingga Angkut Sampah Bersama Warga |
|
|---|
| Terkuak Modus! Bendahara Kejari SBT Akui Gelapkan Dana Kantor Rp. 700an Juta Tuk Kepentingan Pribadi |
|
|---|
| Kejari SBB Naikan Kasus Dugaan Korupsi SPPD Fiktif di DPRD SBB ke Tahap Penyidikan, Bukti Dikantongi |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/ambon/foto/bank/originals/Bentrok-olas.jpg)