Ambon Hari Ini
Ini Kronologis Bencana Longsor di Galala Ambon yang Menewaskan Satu Orang dan 4 Rumah Rusak
Kapolsek Sirimau, Iptu Januar Ramadhani, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang berkepanjangan.
Penulis: Jenderal Louis MR | Editor: Ode Alfin Risanto
Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Jenderal Louis
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Bencana alam berupa tanah longsor melanda Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Rabu (2/7/2025).
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 03.30 WIT di Kampung Baru, jalan Piere Tendean, RT 01/RW 03 Negeri Hative Kecil dan RT 005/RW 002 Desa Galala, menyebabkan satu warga meninggal dunia dan kerusakan material yang signifikan.
Kapolsek Sirimau, Iptu Januar Ramadhani, menjelaskan bahwa longsor dipicu oleh curah hujan tinggi yang berkepanjangan.
Akibatnya, tiga rumah milik warga mengalami kerusakan parah, dan seorang warga, Frederika Luciana Leinusssa (80) meninggal dunia.
Selain itu, dua warga lainnya, Elvira Leinusssa Tanamal (51) dan Friselter F.D. Tanamal (17), mengalami luka-luka.
Kapolsek menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi, Feronika Geralni (22), mahasiswi yang tinggal di lokasi kejadian, mengaku peristiwa bermula saat ia terbangun oleh suara gemuruh saat tidur di lantai dua rumahnya.
Ia mendengar teriakan dari lantai satu bahwa "Oma tertimpa reruntuhan tembok."
Feronika dan keluarganya berusaha menyelamatkan korban, namun pintu kamar terhalang lemari dan reruntuhan bangunan, sehingga mereka tidak dapat masuk.
Saksi lainnya, Friselter F.D. Tanamal (17), seorang pelajar menuturkan bahwa ia sedang tidur bersama neneknya, Frederika Luciana Leinusssa, dan ibunya, Elvira Leinusssa Tanamal, saat longsor terjadi.
Friselter terbangun oleh suara gemuruh dan melihat neneknya tertimpa reruntuhan bangunan.
Ia berhasil memindahkan puing-puing dari tubuh ibunya, namun tidak mampu menolong neneknya karena material bangunan bercampur tanah yang terlalu berat.
Baca juga: Satu Orang Meninggal Dunia dan Empat Rumah Rusak Akibat Longsor di Galala Kota Ambon
Baca juga: Jenazah 2 Mahasiswa UGM Korban Longboat Terbalik di Malra Diberangkatkan Siang Ini
Friselter dan ibunya akhirnya keluar melalui ventilasi pintu kamar dengan menaiki lemari yang menghalangi pintu.
"Upaya keluarga untuk menyelamatkan Frederika dengan mendorong dan menggergaji pintu kamar tidak berhasil karena terhalang puing-puing," terang Kapolsek.
Pukul 03.40 WIT, personel Polsek Sirimau, regu Damkar Pemkot Ambon, dan BNPB Kota Ambon tiba di lokasi untuk mengevakuasi korban.
Kerap Tergenang Air Saat Hujan, Warga Minta Drainase di Jalan Laksyada Leo Wattimena Diperbaiki |
![]() |
---|
Implementasi Call Center 112 Dimantapkan, Pemkot Ambon Audensi Bersama KOMIDIGI RI |
![]() |
---|
Pastikan Kepastian Hukum, 100 Pasangan di Ambon Ikuti Pelayanan Terpadu Sidang Isbat Nikah |
![]() |
---|
Perkuat Pesisir Laut Kota Ambon, BEM Nusantara Tanam Ratusan Mangrove di Pantai Lateri |
![]() |
---|
Aliansi Baku Jaga Tanah Maluku, Demo Tolak PT. Waragonda di Haya-Malteng |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.