Maluku Terkini
Donald Sahetapy: Infrastruktur dan Etos Kerja Jadi Kunci Tekan Pengangguran di Maluku
Dua hal itu disebutkan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Pelatihan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja dan transmigrasi provinsi Maluku, Donald S
Penulis: Ummi Dalila Temarwut | Editor: Fandi Wattimena
Laporan wartawan TribunAmbin.com Ummi Dalila Temarwut
AMBON, TRIBUNAMBON.COM - Ketersediaan infrastruktur dan minimnya etos kerja disebut menjadi kendala besar penyerapan tenaga kerja di Provinsi Maluku.
Dua hal itu disebutkan Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja dan Pelatihan Produktivitas Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Maluku, Donald Sahetapy menyoroti tantangan utama menekan angka pengangguran.
Dijelaskan, pemerintah telah menjalankan berbagai program pelatihan hingga kerja sama industri dengan banyak pihak, namun keterbatasan infrastruktur dan minimnya etos kerja masih menjadi hambatan di lapangan.
Program yang dimiliki, diantaranya; program pemagangan dalam negeri, Akreditas Lembaga Pelatihan Kerja, Siddhakarya untuk industri berkompeten yang didanai oleh APBN, Pelatihan Basic safety training (BST) APBD
Program ini menyasar masyarakat yang tidak memiliki latar pendidikan memadai serta keterampilan kerja (skill).
Baca juga: Lepas Kontingen Khafila Buat STQH XXVIII Provinsi Maluku, Ini Pesan Penting Wali Kota Ambon
Baca juga: Sampah Meluber di Belakang Stadion Marren Maluku Tenggara, Warga: Pemandangan Biasa
“Katong punya program banyak, dari pelatihan sampai pemagangan,Tapi masalahnya, infrastruktur dan sarana prasarana di Maluku belum mendukung Itu yang jadi tantangan besar,” ujarnya ketika diwawancarai oleh TribunAmbon.com, Selasa(17/06/2025)
Ia mencontohkan, sektor migas yang kini menjadi salah satu sektor penyerap tenaga kerja besar di Maluku memiliki kebutuhan skill yang sangat spesifik. Namun, lulusan pelatihan di kerap kali belum siap karena tidak sesuai kebutuhan industri.
"Contoh migas,Itu dia kerja di bidang pertambangan, Tapi orang Maluku tidak semuanya memiliki SKIL di bidang pertambangan, dasar pengalaman belum memadai itu berarti bahwa belum tentu kita bisa direkrut sesuai dengan permintaan kebutuhan jabatan pada industri dimaksud," tegasnya.
Lanjutnya, tak hanya soal infrastruktur, Sahetapy juga menggarisbawahi pentingnya membentuk karakter dan etika pencari kerja, diantaranya; disiplin, rajin, dan bertanggung jawab.
“Semoga ke depan, Beta sebagai orang Maluku, infrastruktur dan sarana prasarana bisa lebih mendukung, Dan yang paling penting, hilangkan dong pung karakter ‘Nina Bobo’ itu,” tandasnya. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.