Maluku Tengah Terkini

Dokter Forensik Akui Tak Tahu Pasti Penyebab Meninggalnya Pendaki Firdaus di Gunung Binaiya

Dokter Forensik RSUD Masohi, Arkipus Pamuttu menangani jenazah Almarhum Firdaus Ahmad Fauji.

Istimewa
JENAZAH FIRDAUS - Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir saat mengunjungi jenazah Firdaus di RSUD Masohi, Senin (19/5/2025). 

Laporan Jurnalis TribunAmbon.com, Silmi Sirati Suailo 

‎MASOHI, TRIBUNAMBON.COM - Dokter Forensik RSUD Masohi, Arkipus Pamuttu menangani jenazah Almarhum Firdaus Ahmad Fauji, pendaki asal Bogor yang sempat hilang di Gunung Binaiya untuk pemulasaraan.

Dijelaskan, berdasarkan hasil visum luar, tidak ditemukan penyebab pasti kematian. 

Namun, sejumlah luka dan patahan tulang ditemukan di beberapa bagian tubuh korban.

‎‎"Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah dalam keadaan membusuk. Bahkan, dari bagian kepala hingga pinggang hanya tersisa tulang belulang, sementara bagian tubuh dari paha ke bawah masih utuh, lengkap dengan pakaian, jaket parasut orange, dan sepatu yang masih melekat," jelas dokter, Senin (19/5/2025).

Baca juga: Genjot Pembentukan Koperasi Merah Putih, Matdoan Ingatkan Segera Urus Legalitas 

Baca juga: Update Kebakaran Bentas: Total 81 Jiwa Terdampak, BPBD Dirikan Tenda Darurat

‎Secara forensik lanjutnya, tidak bisa dipastikan penyebab kematian Firdaus karena bagian atas tubuh sudah membusuk dan hanya tersisa tulang.

‎‎"Tapi ada cedera berupa patah tulang di bagian kepala sebelah kiri, rahang bawah depan, satu tulang rusuk kiri, dan tulang betis kiri di bagian atas," ungkapnya.

‎Disampaikan, identifikasi dipastikan berdasarkan pengakuan keluarga korban yang mengenali secara jelas pakaian dan barang-barang pribadi milik Firdaus. 

‎‎"Proses identifikasi dilakukan secara sekunder melalui properti yang dikenakan korban, karena tidak dilakukan uji DNA," tuturnya. 

‎Memang aneh lanjutnya, karena bagian atas tubuh dari kepala sampai pinggang sudah menjadi tulang, tapi dari paha sampai kaki masih utuh lengkap dengan jaringan tubuh dan sepatu.

‎‎"Namun, kakak korban memastikan jenazah itu adalah Firdaus melalui properti yang digunakan," jelasnya.

‎Setelah selesai dibersihkan oleh tim forensik, jenazah Firdaus langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk dipulangkan ke kampung halamannya di Bogor, Jawa Barat untuk dimakamkan.

‎Penyerahan jenazah Firdaus dilakukan secara resmi oleh Bupati Maluku Tengah, Zulkarnain Awat Amir, yang turut hadir di RSUD Masohi pagi tadi.

‎‎“Atas nama pemerintah dan masyarakat Maluku Tengah, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas kepergian almarhum Firdaus. Terima kasih dan penghargaan saya sampaikan kepada para relawan Pencinta Alam Maluku, masyarakat adat Nusawele Saunulu, Latupati Seram Selatan, dan semua pihak yang tanpa lelah membantu proses pencarian,” ucap Bupati.

Diketahui, Firdaus dinyatakan hilang sejak 26 April, lalu berhasil ditemukan di Lembah Yahe Gunung Binaiya oleh tim pencari Relawan Pecinta Alam Maluku (PAM), Masyarakat Adat, dan aparat keamanan. 

Firdaus berhasil dievakuasi oleh tim pencari ke Negeri Piliana, Senin (19/5/2025) sekira pukul 00.01 WIT. 

‎Usai dievakuasi ke Piliana, jenazah Firdaus kemudian diberangkatkan ke RSUD Masohi guna dilakukan pemulasaraan jenazah. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved